Mendikbud Targetkan Perbaiki 50 Ribu Sekolah yang Rusak Parah

Sementara yang rusak sedang dan rusak ringan sementara kita ikhlaskan.

BERITA | NASIONAL

Kamis, 20 Okt 2016 21:09 WIB

Author

Ade Irmansyah

Mendikbud Targetkan Perbaiki 50 Ribu Sekolah yang Rusak Parah

Ilustrasi: Kondisi ruang kelas yang rusak di SDN Klender 15, Jakarta Timur. (Foto: Antara)



KBR, Jakarta- Kementerian Pendidikan Dan Kebudayaan   memfokuskan perbaikan infrastruktur 50 ribu sekolah yang masuk kategori rusak berat di seluruh Indonesia tahun depan. Mendikbud, Muhadzir Effendi mengatakan, jumlah sekolah yang yang masuk  kategori rusak berat berjumlah 152 ribu bangunan di seluruh Indonesia dan perbaikan ini akan dicicil selama tiga tahun.

Kata dia, sesuai instruksi Presiden Jokowi, sekolah yang  rusak ringan atau sedang belum masuk ke dalam skala prioritas Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

"Sesuai arahan Presiden, perbaikan rehabilitasi sekolah yang mengalami rusak total dan rusak berat.  Yang jumlahnya 152 ribu. Untuk tahun depan itu kita rencanakan akan direhabilitasi sekitar 50 ribu. Baik yang rusak berat maupun rusak fatal, rusak total. Sementara yang rusak sedang dan rusak ringan sementara kita ikhlaskan karena itu anggaran yang selama ini mecer-mecer misalnya untuk perbaikan kelas, perbaikan perpustakaan, yang sifatnya itu tambal sulam, itu kita hapus, kita kurangi drastis," ujarnya kepada wartawan di Istana Negara, Jakarta, Kamis (20/10).

Kartu Indonesia Pintar

Mendikbud, Muhadzir Effendi mengatakan hingga saat ini sudah sekitar 63 persen Kartu Indonesia Pintar (KIP) telah disalurkan. Kata dia, realisasi KIP tidak mencapai target karena tahun ajaran 2016 hanya tersisa dua bulan.

Mengantisipasi hal itu, dia mengusulkan kepada Jokowi agar sisa KIP yang tidak berhasil disalurkan nantinya dialihkan ke sekolah.

"Insya Allah lebih efektif karena sekolah ada dalam kontrol kami langsung. Daftar anak-anak di sekolah ada langsung. Tinggal nanti verifikasi saja, usulan anak-anak siswa miskin yang ada dari sekolah sekarang ini akan kita verifikasi tingkat kemiskinannya kemudian akan kita pilih, baru akan kita masukkan dalam pengusulan KIP," ucapnya.

Anggaran


Mendikbud   juga melaporkan kepada Presiden Jokowi  telah memangkas anggaran. Salah satu pos yang paling banyak dipotong  adalah perjalanan dinas dan kegiatan penunjang. Ia mencontohkan, kegiatan penataran yang diperuntukkan bagi guru yang memakan dana cukup besar, namun tidak efektif untuk meningkatkan kualitas guru.

"Nggak banyak sih dari 39 triliun itu kira-kira di atas 5 triliun. Terutama dari perjalanan dinas itu dari 7 triliun lebih itu tinggal 3 triliun lebih jadi ada sekitar 3 triliun yang bisa kita hemat karena itu sebenarnya bukan perjalanan dinas pejabat tetapi perjalanan dinas akibat efek dari kegiatan-kegiatan penunjang di kemendikbud. Misalnya penataran guru, itu semua guru yang ditatar itu diundang itu kan dapat SPJ, uang perjalanan dinas. Karena penatarannya kita hapus, otomatis uang perjalanan dinasnya bisa susut," tambahnya. 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Rangkuman Berita Sepekan KBR

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Jaksa Agung Diminta Klarifikasi Pernyataan bahwa Tragedi Semanggi I-II Bukan Pelanggaran HAM Berat