Aksi 4 November, Presiden Minta Peserta Aksi Tak Paksakan Kehendak

Presiden Joko Widodo meminta peserta aksi 4 November mendatang, untuk bisa menjaga keamanan dan ketertiban serta tidak memaksakan kehendak.

BERITA | NASIONAL

Senin, 31 Okt 2016 11:59 WIB

Author

Ade Irmansyah

Aksi 4 November, Presiden Minta Peserta Aksi Tak Paksakan Kehendak

Presiden Joko Widodo. Foto: Adhar Muttaqin/KBR

KBR, Jakarta- Presiden Joko Widodo meminta peserta aksi 4 November mendatang, untuk bisa menjaga keamanan dan ketertiban serta tidak memaksakan kehendak. Kata dia, pemerintah memastikan kalau aksi menyampaikan pendapat merupakan hak setiap warga dan diatur oleh undang-undang.

"Demonstrasi ini adalah hak setiap warga, silakan boleh, boleh saja Demonstrasi. Tapi yang penting jangan memaksakan kehendak, atau yang merusak yang anarkis, ini yang tidak boleh. Dan pemerintah, terus akan menjamin setiap warga negara untuk menyampaikan pendapatnya, tapi tetap mengutamakan ketertiban umum," ucapnya.

Presiden Jokowi juga telah menginstruksikan Kepolisian Indonesia untuk bersiaga dalam menjaga aksi unjuk rasa nanti. Selain itu, Presiden Jokowi juga meminta petugas keamanan untuk bekerja secara profesional dalam penindakan apabila ada kekerasan dalam pelaksanaan aksi tersebut.



"Aparat keamanan sudah saya minta bersiaga dan melakukan tugas secara profesional jika ada tindakan anarkis oleh siapa pun," ujarnya kepada wartawan di JCC, Senayan, Jakarta.

Di sisi lain, Jokowi juga meminta kepada seluruh masyarakat Indonesia, terutama para pengguna sosial media untuk lebih mengedepankan etika.

"Ya tadi saya sampaikan, Demonstrasi adalah hak berdemokrasi. Berbicara di media sosial juga demokrasi, tapi ada batas'batasnya, ada etikanya, ada sopan santunnya di situ. Hati-hati. Juga ada undang-undangnya yang mengatur itu hati-hati," tambahnya.

Baca:


Editor: Sasmito 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 17

Perempuan dan Anak Korban Kekerasan Keluarkan Biaya Sendiri untuk Visum

Tantangan Dalam Reintegrasi Eks-Napiter dan Orang Yang Terpapar Paham Radikalisme

Kabar Baru Jam 15

Kabar Baru Jam 14