Rusuh Singkil, Polisi Periksa Puluhan Orang Dari Kelompok Penyerang

Belum ada yang ditetapkan sebagai tersangka.

NASIONAL | BERITA

Rabu, 14 Okt 2015 21:12 WIB

Author

Yudi Rachman

Rusuh Singkil, Polisi Periksa Puluhan Orang Dari Kelompok Penyerang

KBR, Jakarta - Polisi sudah memeriksa lebih dari 40 orang dari kelompok penyerang terkait kerusuhan di Aceh Singkil, Aceh. Menurut Juru bicara Mabes Polri Agus Rianto, hingga kini belum ada yang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus pembakaran dan bentrokan warga di Aceh Singkil. Kata dia, polisi baru memeriksa sekitar 40 saksi yang berasal dari kelompok yang melakukan aksi unjuk rasa.

"Teman-teman dari Polda Aceh, Polres untuk bisa menyelesaikan persoalan yang ada. (Sudah berapa yang diperiksa atau menjadi tersangka?) Belum ada yang jadi tersangka, kalau dimintai keterangan sudah lebih dari 30 orang mungkin sekitar 40-an. Kita juga melakukan penjagaan patroli dari teman-teman Brimob maupun TNI untuk mencegah kejadian serupa terjadi lagi, khususnya di Aceh Singkil," jelas Juru bicara Mabes Polri Agus Rianto kepada KBR, Rabu (14/10/2015).

Juru bicara Mabes Polri Agus Rianto menambahkan, untuk mencegah kejadian susulan, kepolisian bersama TNI menjaga perbatasan. Aparat keamanan juga melakukan  razia di perbatasan agar kejadian serupa tidak meluas. Namun kata dia, kepolisian belum akan menambah jumlah personilnya di Aceh Singkil karena situasi sudah aman. 

Dua buah gereja di Aceh Singkil, kemarin, dirusak kelompok intoleran dengan alasan tidak punya izin. Padahal kedua gereja tersebut sudah berdiri sebelum peraturan pendirian rumah ibadah berlaku. Kelompok intoleran 6 Oktober lalu mendemo bupati untuk menutup gereja-gereja yang mereka anggap tidak berizin. Mereka mengultimatum bupati mengikuti paksaan itu dalam 7 hari dan mengancam beraksi sendiri jika tuntutan tidak dipenuhi.

Malamnya, Forum Kerukunan Umat Beragama setempat menggelar rapat yang menyepakati penutupan sejumlah gereja. Sepekan setelah tuntutan itu, kelompok intoleran turun ke lapangan dan menutup langsung gereja-gereja. Akibat peristiwa itu satu orang dilaporkan tewas dan empat luka-luka.

Editor: Rony Sitanggang 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Ramadan Kelabu Korban Gempa Malang

Kabar Baru Jam 7

Maqam Ibrahim: Mengaji Artefak Arkeologi

Kebebasan dalam Berpakaian

Kabar Baru Jam 8