Ralat Berita: 300 Personel Dikerahkan Cari Pesawat Aviastar

Saat ini, sebagian personil gabungan, sudah berangkat menuju lokasi. Total ada 300an personil yang dikerahkan mencari pesawat Aviastar.

BERITA | NASIONAL

Senin, 05 Okt 2015 14:12 WIB

Author

Eli Kamilah

Ralat Berita: 300 Personel Dikerahkan Cari Pesawat Aviastar

Ilustrasi pesawat jenis Twin Otter milik maskapai Aviastar. (Foto: www.aviastar.biz)

KBR, Jakarta - Badan SAR Nasional (Basarnas) menambah fokus lokasi pencarian pesawat Aviastar dari enam sektor menjadi sembilan sektor pencarian.

Deputi Operasi Basarnas, Heronimus Guru mengatakan, pencarian hari ini akan difokuskan di laut sekitar daerah Buol, Sulawesi Tengah.

Saat ini, sebagian personil gabungan, sudah berangkat menuju lokasi. Total ada 300an personil yang dikerahkan mencari pesawat Aviastar.

"Dari pertama kita tiga sektor, kemudian enam sektor, dan kita tambah pencarian itu menjadi sembilan sektor. Dan hari ini kita fokuskan ke area timur, dan pencarian di area sekitar laut," kata Heronimus, Senin (5/10).

Deputi Operasi Basarnas, Heronimus Guru mengatakan sudah memeriksa titik yang di informasikan masyarakat terkait dugaan penemuan puing pesawat dari masyarakat. Namun, hasilnya masih nihil.

Pesawat jenis Twin Otter milik maskapai Aviastar, jurusan Masamba - Makassar, Sulawesi Selatan hilang kontak sejak Jumat lalu.

Sebelum dikabarkan hilang kontak, pesawat yang membawa 10 orang penumpang dan awak pesawat itu sempat berkomunikasi dengan petugas menara pengawas.

Kontak terakhir tersebut terjadi 11 menit setelah lepas landas dari Bandara Andi Djemma Masamba pukul 14.25 WITA di jarak 30 kilometer dari Masamba.

Editor: Agus Luqman
 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Upaya Kurangi Risiko Bencana Iklim

Kabar Baru Jam 7

Kabar Baru Jam 8

Perkara Bukber Tahun ini

Kabar Baru Jam 10