Presiden Jokowi Yakin Tak Ada Lagi Gerakan Kudeta di Indonesia

Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa pemerintah harus tetap waspada terhadap gerakan kelompok pemberontak seperti PKI pada tahun 1965.

BERITA | NASIONAL

Kamis, 01 Okt 2015 13:06 WIB

Author

Aisyah Khairunnisa

Presiden Jokowi Yakin Tak Ada Lagi Gerakan Kudeta di Indonesia

Monumen Pancasila Sakti di Lubang Buaya. (Foto: www.kemdiknas.go.id)

KBR, Jakarta - Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa pemerintah harus tetap waspada terhadap gerakan kelompok pemberontak seperti PKI pada tahun 1965.

Hal ini disampaikan Jokowi selepas memimpin upacara memperingati Hari Kesaktian Pancasila yang ke-50 di Lubang Buaya. Meski begitu presiden yakin bahwa tidak ada gerakan kudeta seperti itu saat ini.

"Pertama, kita tetap harus waspada jangan sampai ada kurang kewaspadaan sehingga peristiwa seperti ini, meskipun saya yakin tidak akan terjadi lagi. Dan kita berharap peristiwa G30S PKI ini tidak akan terjadi lagi di bumi pertiwi kita," kata Jokowi di Lubang Buaya, Jakarta Timur, Kamis (1/10/).

Jokowi pun menegaskan bahwa hingga saat ini belum terlintas di pikirannya untuk meminta maaf kepada keluarga korban pelanggaran HAM 65/66.  

Ketika ditanya terkait rencana rekonsiliasi kepada keluarga korban, Jokowi menekankan bahwa itu adalah kabar bohong.

"Jadi kalau mau tanya, tanyakan ke yang nyebar-nyebarin. Jangan tanya ke saya," kata Jokowi.

Sebelumnya beredar kabar bahwa presiden akan hadir dalam acara reuni PKI dan Gerwani pada 30 September. Dalam acara itu presiden disebut akan meminta maaf pada keluarga korban.
Kabar ini menyebar dan membuat Istana gerah. Sekretaris Kabinet Pramono Anung mengatakan kabar itu hanya fitnah.

"Sebenarnya ini bukan dari beliau (Jokowi), tapi kita semua terutama para pembantu presiden resah begitu ya dengan fitnah yang dilakukan secara masif, berkaitan dengan permohonan maaf dan juga kehadiran presiden di acara yang diadakan, misalnya, teman-teman (wartawan) juga mendapatkan (informasi) itu," kata Pramono di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (30/9).

Kabar itu menyebar sejak Selasa 29 September 2015, melalui pesan berantai. Dalam pesan itu disebutkan, pada Rabu (30/9), "JOKOWI Mengadakan REUNI Bagi Anggota Keluarga PKI & GERWANI Seluruh Indonesia. Di Gedung GELORA BUNG KARNO SENAYAN. Dlm Acara tsb Jokowi Akan Minta Maaf… Kpd Keluarga PKI & GERWANI#"

Isu itu kemudian dibantah pihak Istana.

Editor: Agus Luqman
 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Slovakia Akan Gelar Tes Covid-19 Gratis

Eps6. Masyarakat Peduli Api

Kabar Baru Jam 7

Kabar Baru Jam 8

Hoaks Covid Terus Berjangkit