Pembubaran Asyura, IJABI Ingin Polisi Berlaku Adil

Peringatan Asyura di Bandung dihentikan setelah massa intoleran memerotes di Stadion Sidolig yang dikawal sekitar seribu personil polisi.

NASIONAL | BERITA

Minggu, 25 Okt 2015 17:36 WIB

Author

Rio Tuasikal

Pembubaran Asyura, IJABI Ingin Polisi Berlaku Adil

Peringatan Asyura di Bandung diprotes kelompok intoleran. Foto: Arie Nugraha

KBR, Bandung - Ikatan Jemaat Ahlul Bait Indonesia (IJABI) meminta aparat keamanan berlaku adil kepada kelompok Syiah. "Baik para elit legislatif dan eksekutif, serta TNI dan Polri - tegakkan itu secara adil. Perlakukan baik yang mayoritas dan minoritas dengan firm. Harus konsekuen berpegang pada konstitusi negara dalam memperlakukan warganya," ujar Ketua IJABI Bandung, Yusep Halandi. Hal ini dinyatakan setelah peringatan Asyura di Bandung dihentikan karena tekanan massa intoleran.

Yusep mengatakan, aparat seharusnya melindungi kebebasan beragama semua kelompok. Sebab Indonesia sudah menjamin hak tersebut lewat UUD, Pancasila dan prinsip kebhinekaan. "Mudah-mudahan kita kembali kepada konstitusi negara," imbuhnya kepada KBR di Bandung, Sabtu (24/10/2015) malam.

Yusep Halandi menceritakan, izin keamanan peringatan ini pun tak mudah didapat IJABI. Selama mencari tempat acara, mereka sering ditolak pemilik gedung dengan dalih penolakan warga.

Sebelumnya, peringatan Asyura di Bandung dihentikan setelah massa intoleran memerotes di Stadion Sidolig yang dikawal sekitar seribu personil polisi. itu sebab, sekitar 1500 peserta dari pelbagai daerah pulang dengan kawalan polisi.

Peringatan Asyura di Bandung sudah berjalan 11 tahun. Selama ini perayaan berlangsung tertib, namun mulai mendapat protes kelompok intoleran sejak 3 tahun lalu.

Hari Asyura adalah salah satu hari terpenting bagi kelompok muslim Syiah. Mereka memperingati pembunuhan cucu Nabi Muhammad di Karbala.

Editor: Damar Fery Ardiyan 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Penyangkal Iklim dan Bencana Alam

Pesantren Khusus Disabilitas di Banyuwangi

Kabar Baru Jam 14

Kabar Baru Jam 13

Kabar Baru Jam 12