Kemenlu Desak Badan Asean untuk Koordinasi Asap Segera Dibentuk

Selama ini komunikasi Indonesia sebagai sumber asap hanya dilakukan secara bilateral.

BERITA | NASIONAL

Kamis, 08 Okt 2015 14:29 WIB

Author

Aisyah Khairunnisa

Kemenlu Desak Badan Asean untuk Koordinasi Asap Segera Dibentuk

Juru Bicara Kemenlu Arrmanantha Nasir (Foto: KBR/Aisyah K.)

KBR, Jakarta - Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) menilai badan koordinasi Asean untuk pengendalian kabut asap lintas batas harus segera dibentuk. Ini lantaran kabut asap yang menyebar ke sejumlah negara tetangga sudah terjadi selama belasan tahun.

Juru Bicara Kemenlu Arrmanantha Nasir mengatakan, selama ini komunikasi Indonesia sebagai sumber asap hanya dilakukan secara bilateral. Padahal seharusnya laporan kabut asap dibicarakan di badan koordinasi Asean untuk pengendalian kabut asap lintas batas (Asean Coordinating Center untuk Transboundary Haze Solution Control).

"Jadi kewajiban-kewajiban yang seharusnya badan itulah yang mengatur. Yang mengontrol apakah ke depannya kita membutuhkan bantuan? Atau negara lain membutuhkan ke badan tersebut. Namun badan tersebut belum dibentuk," kata Armanantha dalam konferensi pers di Kementerian Luar Negeri, Kamis (8/10/2015).

"Jadi selama  ini pembahasannya lebih kepada tingkat bilateral. Jadi kita berkewajiban memberikan informasi perkembangan terkait titik api dan apa yang kita lakukan, harusnya kita laporkan ke badan tersebut," kata Armanantha kepada KBR.

Arrmanantha Nasir menambahkan, Indonesia sudah menerima dua surat dari Malaysia dan Singapura terkait kabut asap yang melanda dua negara tersebut. "Isinya intinya tawaran untuk bantuan masalah tersebut," kata Nasir.

Indonesia sudah meneken perjanjian Asean Agreement on Transboundray Haze Solution pada 16 September 2014. Isinya adalah kerangka kerja sama negara-negara Asean  untuk membahas dan mengatasi masalah asap. Kata Arrmanantha, saat ini Indonesia sudah memenuhi kewajiban perjanjian itu. Contohnya, mengambil langkah pencegahan dan pemantauan api. Serta memberi hukuman pada perusahaan dan warga yang membakar lahan.

Sebelumnya Thailand menginginkan pembicaraan bilateral dan regional di Asean mengenai asap segera digelar. Ini lantaran asap dari Indonesia sudah sampai di bagian selatan Thailand. Selain Thai, Malaysia dan Singapura sudah lebih dulu terkena dampak asap.? 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Kabar Baru Jam 8

Tetap Aman dan Sehat Beraktivitas Saat Pandemi

Catatan Vaksin Mandiri

Wapres Bicara Vaksinasi untuk Lansia