Kemenkes Klaim Penggunaan Masker N95 Bagi Korban Asap Tidak Efektif

Menurutnya, justru masker N95 yang dinilai tidak efektif, lantaran mempersulit pemakainya dalam bernapas.

BERITA | NASIONAL

Sabtu, 10 Okt 2015 17:42 WIB

Author

Ninik Yuniati

Kemenkes Klaim Penggunaan Masker N95 Bagi Korban Asap Tidak Efektif

Petugas puskesmas membagikan masker ke siswa.

KBR, Jakarta - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengklaim, masker biasa efektif menangkal paparan asap akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Kepala Pusat Penanggulangan Krisis Kesehatan Kementerian Kesehatan, Achmad Yurianto mengaku, penggunaan masker biasa ini telah dikonsultasikan dengan dokter spesialis paru.

Menurutnya, justru masker N95 yang dinilai tidak efektif, lantaran mempersulit pemakainya dalam bernapas.

"Kita konsultasikan dengan Persatuan Dokter Ahli Paru Indonesia, bagaimana dengan masker N95. Mereka mengatakan, asal tiga jam sekali diganti yang baru, ya enggak masalah, tapi sebenarnya tidak efisien, manakala kemudian kita terpaku dengan kondisi seperti itu. Efektif itu sebenarnya, dengan masker biasa, tapi mereka mengatakan, kalau enggak ada masker, pakai sapu tangan pun efektif juga untuk menangkal, paling tidak mengurangi," kata Achmad Yurianto kepada KBR, Jum'at (9/10).

Sebelumnya, Menteri Kesehatan Nila Moeloek menyatakan masker N95 tidak tepat digunakan oleh korban bencana asap. Ini lantaran, masker ini memiliki pori-pori yang sangat kecil, sementara polutan asap memiliki ukuran agak besar.

Sementara, LSM lingkungan Walhi menilai, masker yang paling cocok untuk warga yang terkena kabut asap adalah masker N95. Masker ini cocok untuk menyaring partikulat di atas 300.  

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Vaksin COVID-19: Kenali Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI)

Kabar Baru Jam 8

Cinta Produk Indonesia

Sekolah Tatap Muka di Tahun Ajaran Baru, Seperti Apa Upaya Mitigasinya?