Kejagung Bantah Prasetyo Terlibat Kasus Korupsi Dana Bansos

Kejaksaan fokus menangani kasus bansos, sehingga tidak ada kaitan dengan dugaan gratifikasi yang disangkakan pada Rio Capella.

, NASIONAL

Selasa, 20 Okt 2015 16:24 WIB

Author

Ninik Yuniati

Kejagung Bantah Prasetyo Terlibat Kasus Korupsi Dana Bansos

Jaksa Agung HM Prasetyo (Foto: KBR/Aisyah K.)

KBR, Jakarta - Kejaksaan Agung membantah keterlibatan Jaksa Agung HM Prasetyo dalam kasus Bansos. Ini menyusul penetapan bekas Sekjen Partai Nasdem Patrice Rio Capella sebagai tersangka oleh KPK. Nama jaksa agung turut terseret lantaran berasal dari partai yang sama dengan Rio serta sempat disinggung dalam rekaman istri Gubernur Gatot Pujo Nugroho, Evi Susanti, hasil sadapan KPK.

Direktur Penyidikan Kejaksaan Agung Maruli Hutagalung mengatakan, tidak ada bukti keterlibatan Prasetyo dalam kasus Rio. Kata dia, Kejaksaan fokus menangani kasus bansos, sehingga tidak ada kaitan dengan dugaan gratifikasi yang disangkakan pada Rio.

"You jangan ngomong sembarangan jaksa agung. Jaksa agung pimpinan saya lho. Tidak benar, tidak ada uang ke kejaksaaan. Jaksa agung ya jaksa agung. Rio Capella, Rio Capella. Ada batas dong, jangan disangkutpautkan dengan jaksa agung," kata Maruli di Kejaksaan Agung, (20/10). 

Maruli menambahkan, "Pak jaksa agung kan bukan dari Nasdem. Sejak jadi jaksa agung kan beliau tidak di Nasdem lagi. Jadi nggak ada hubungannya dengan Rio Capella. (Tidak ada keterlibatan?) Tidak ada, asli tidak ada, hayo siapa yang bisa buktikan, saya yang nangani kasus Bansos ini, tidak ada hubungannya dengan Rio Capella."

Maruli Hutagalung menyatakan, Kejaksaaan Agung telah mengantongi satu tersangka kasus Bansos Sumut. Ia juga memastikan tersangka bakal bertambah. Kata dia, saat ini tim penyidik bersama Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) tengah berada di Medan guna meminta keterangan 300 saksi penerima bansos di 31 kabupaten di Sumatera Utara. Tim tersebut akan berada di Medan hingga Jumat minggu depan.

"Kalau tersangka pasti punya, ada tapi nanti dulu lah. Dan tidak menutup kemungkinan nanti bertambah tersangkanya. Nggak satu. Mana mungkin korupsi itu sendirian. Korupsi itu kan berjamaah. Apalagi Bansos, menangani kasus Bansos ini berat, kita harus tanya satu-satu periksa, 300 saksi yang kita mintakan keterangan. Ada lagi yang nggak ditemuin alamatnya. Ada lagi yang sudah pindah. Ada lagi yang sudah mati. Sampai saat ini baru 80" lanjutnya.


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Perkara Anak Tersangka Kerusuhan 22 Mei Diminta Diselesaikan di Luar Pengadilan

Kabar Baru Jam 15