Jemaah Haji Indonesia Korban Tragedi Mina Bertambah Menjadi 95 Orang

Selain itu kata dia, hingga saat ini masih ada 34 jemaah haji Indonesia belum kembali ke pemondokan sejak Tragedi Mina, Arab Saudi, beberapa waktu lalu.

BERITA | NASIONAL

Sabtu, 03 Okt 2015 18:28 WIB

Author

Zay Nova

Jemaah Haji Indonesia Korban Tragedi Mina Bertambah Menjadi 95 Orang

Tragedi Mina, Mekkah, Arab Saudi. (Foto: Antara)

KBR, Jakarta - Sebanyak 95 orang jenazah jemaah haji asal Indonesia yang menjadi korban Tragedi Mina telah terindentifikasi hari ini. Juru Bicara Kementerian Agama Rosidin mengatakan, dari jumlah itu, 90 di antaranya jemaah haji, sementara sisanya adalah WNI yang bermukim di Arab Saudi yang juga melaksanakan ibadah haji.

"Ya, perkembangan terakhir ada 95 yang sebelumnya tadi malam berjumlah 91 orang. Yang belum ketemu tentu saja terus kita lakukan pengidentifikasian, karena kita juga punya tiga tim dan nanti akan ada tambahan tim DVI dari Indonesia. Mereka akan bekerja secara simultan dengan pemerintah Arab Saudi. Untuk crane masih terus dilakukan investigasi tapi terus terang tim kita tidak bisa masuk ke area itu," kata Rosidin kepada KBR, Sabtu (03/10).

Rosidin menambahkan, rencananya pemulangan jenazah akan dilakukan paling lambat 25 Oktober mendatang. Selain itu kata dia, hingga saat ini masih ada 34 jemaah haji Indonesia belum kembali ke pemondokan sejak Tragedi Mina, Arab Saudi, beberapa waktu lalu. Mereka berasal dari kloter JKS 61 sebanyak 20 orang dan BTH 14 sebanyak tiga orang.

Sebelumnya, ratusan orang tewas dan terluka karena berdesakan saat menjalani salah satu sesi ibadah haji di Mina, di luar kota Mekkah, Arab Saudi. Mereka berdesakan saat hendak melaksanakan Lempar Jumrah.

Lempar Jumrah atau Lontar Jumrah adalah sebuah kegiatan yang merupakan bagian dari ibadah haji tahunan ke kota suci Mekkah, Arab Saudi. Para jemaah haji melemparkan batu-batu kecil ke tiga tiang di kota Mina yang terletak dekat Mekkah. Ini menjadi simbol perlawanan manusia terhadap setan. 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Tingginya Kasus Positif COVID-19 pada Anak

Cegah Krisis Pangan di Masa Pandemi

Kabar Baru Jam 8

Covid-19, IDAI Ungkap Kematian Anak Capai Ribuan Perminggu