Ibu Korban Asap: Biaya Pengobatan Latifah Ramadani Rp8 Juta, Ditanggung Siapa?

Meskipun belum dipastikan, Herlina mengatakan total biaya yang harus ia keluarkan untuk merawat Latifah mencapai sekitar Rp8 juta.

BERITA | NASIONAL

Rabu, 14 Okt 2015 16:57 WIB

Author

Iriene Natalia

Ibu Korban Asap: Biaya Pengobatan Latifah Ramadani Rp8 Juta, Ditanggung Siapa?

Seorang anak di Riau mendapat penanganan kesehatan dengan masker oksigen karena bencana kabut asap. (Foto: diskominfo.riau.go.id)

KBR, Jakarta - Latifah Ramadhani, bayi berusia 18 bulan asal Sumatera Selatan, meninggal pada Senin (12/10) lalu. Diduga ia meninggal karena asap.

Sang ibu, Herlina belum mendapat kepastian terkait tanggungan biaya anaknya itu selama dirawat di rumah sakit.

Menurut Herlina, Dinas Kesehatan sempat menemuinya namun hanya untuk menyosialisasikan penanganan dampak kabut asap. Dinas Kesehatan tidak menyinggung biaya perawatan untuk anaknya.

Meskipun belum dipastikan, Herlina mengatakan total biaya yang harus ia keluarkan untuk merawat Latifah mencapai sekitar Rp8 juta.

"Belum tahu berapa, belum diurus (pembayarannya). Tapi dengar-dengar di RS Charitas kena Rp5 juta rupiah, juga di RS Bari. Kena total Rp8 juta. Tidak tahu ini bagaimana (pembayarannya). Apakah mengurus surat keterangan miskin atau bayar sendiri," kata Herlina kepada KBR, Rabu (14/10).

Latifah Ramadhani meninggal dunia setelah menjalani perawatan di Rumah Sakit Bari Palembang, Senin (12/10) lalu.

Sebelumnya, Latifah dirawat di RS RK Charitas Palembang karena menderita penyakit infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).

Menurut ayah korban, Sugeng, anaknya itu meninggal dunia di ruang ICU setelah sempat mendapatkan perawatan selama lima jam.

Latifah sempat mengalami sesak napas sejak seminggu terakhir yang kemudian diperparah dengan mengidap muntaber sehari sebelum akhirnya meninggal dunia.

Editor: Agus Luqman 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 17

Perempuan dan Anak Korban Kekerasan Keluarkan Biaya Sendiri untuk Visum

Tantangan Dalam Reintegrasi Eks-Napiter dan Orang Yang Terpapar Paham Radikalisme

Kabar Baru Jam 15

Kabar Baru Jam 14