Bagikan:

Helikopter Chinnok dan Hercules Singapura Mendarat di Palembang

Bantuan pesawat baik dari Singapura dan Malaysia akan bekerja memadamkan api selama 14 hari.

BERITA | NASIONAL

Sabtu, 10 Okt 2015 18:16 WIB

Helikopter Chinnok dan Hercules Singapura Mendarat di Palembang

Helikopter lakukan pemboman air untuk padamkan kebakaran hutan. (Foto: Antara)

KBR, Jakarta - Bantuan pesawat water bombing dari Singapura dan Malaysia telah tiba di pangkalan udara Palembang, Sumatera Selatan. Juru Bicara Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, satu helikopter Chinnok dan pesawat Hercules dari Singapura telah mendarat hari ini pukul 11.00 WIB.

Kata dia, setelah menurunkan 11 personel dan sejumlah peralatan, pesawat Hercules langsung terbang kembali ke negaranya. Helikopter Singapura tersebut akan ditempatkan di Palembang. Bantuan pesawat baik dari Singapura dan Malaysia akan bekerja memadamkan api selama 14 hari.

"Helikopter Chinnok dan pesawat hercules yang mengangkut personel dan peralatan telah mendarat di Palembang pada 10 Oktober 2015 pukul 11.00. Pesawat hercules tadi hari ini juga langsung pulang ke Singapura. Rencana sebenarnya dikirim dari Jumat, tapi karena jarak pandang di Bandara Palembang cukup pendek, sehingga baru diterbangkan pagi ini," kata Sutopo kepada KBR, Sabtu (10/10).

Sutopo Purwo Nugroho menambahkan, bantuan pesawat dari Malaysia sudah tiba terlebih dahulu, Jumat sore kemarin. Malaysia mengirimkan pesawat Bombardier dengan 21 personel yang terdiri dari 12 kru penerbang, delapan teknisi, dan satu wartawan.

Rencananya, sore ini akan datang tambahan bantuan berupa helikopter Dolphin yang membawa empat kru penerbang. Bantuan dari Malaysia bakal ditempatkan di Pangkal Pinang dan akan melakukan pemboman air di daerah Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan.
 

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Ketika Pimpinan KPK Tersandung Masalah Integritas

Most Popular / Trending