Diduga karena Asap, Dinkes Jambi Bentuk Tim Selidiki Kematian Bayi Nabila

Andi Pada sebelumnya membantah jika meninggalnya Nabila karena menderita penyakit ISPA akibat kabut asap. Kementerian Kesehatan juga menyebut meninggalnya Nabila karena sepsis (keracunan darah).

BERITA | NASIONAL

Senin, 05 Okt 2015 20:13 WIB

Author

Quinawati Pasaribu & Dwi Asrul

Diduga karena Asap, Dinkes Jambi Bentuk Tim Selidiki Kematian Bayi Nabila

Ilustrasi pekatnya polusi asap kebakaran hutan dan lahan di Jambi 2015. (Foto: jambi.kemenag.go.id)

KBR, Jakarta - Dinas Kesehatan Provinsi Jambi membentuk tim untuk menyelidiki kematian Nabila Julia Ramadhani, bayi berusia 15 bulan yang diduga meninggal karena asap.

Meski begitu, Kepala Dinas Kesehatan Jambi Andi Pada mengatakan belum mengetahui kapan tim dibentuk dengan alasan sedang di luar kota. Dia juga masih belum tahu penyebab kematian bocah tersebut.

"Ini saya sedang di luar kota, belum dapat laporan. Tapi tahu (soal pembentukan tim ini), karena kita tugaskan untuk menginvestigasi," kata Andi Pada ketika dihubungi KBR, Senin (5/10).

Andi Pada sebelumnya membantah jika meninggalnya Nabila karena menderita penyakit ISPA akibat kabut asap.

Kementerian Kesehatan juga menyebut meninggalnya Nabila karena sepsis (keracunan darah), dan bukan karena asap.

Terkait meninggalnya bayi Nabila, Koalisi Jambi Melawan Asap meminta Dinas Kesehatan Jambi tidak asal memvonis penyebab kematian seseorang sebelum ada diagnosa atau penyelidikan.

Peneliti Koalisi Jambi Melawan Asap, Iqbal Zainuddin mengkritik pernyataan Kepala Dinas Kesehatan Jambi Andi Pada yang sebelumnya membantah penyebab kematian Nabila karena asap.

Iqbal Zainuddin mengatakan sejauh ini pihak Rumah Sakit St Theresia yang menangani Nabila juga belum bisa memastikan penyebab kematian bayi berusia 15 bulan itu.

"Tidak bisalah Dinas Kesehatan memvonis tanpa ada bukti diagnosa dokter dan rekam medis mengenai penyakit Nabila. Sebenarnya Rumah Sakit Theresia, kepala rumah sakitnya Pak Sianto, mereka sebenarnya belum bisa memastikan penyakitnya," kata Iqbal.

Sampai saat ini ada 70 ribu warga Jambi terkena ISPA. Bahkan balita berusia 15 bulan, Nabila meninggal diduga karena asap.

Sementara itu, sejak sebulan lalu, Pemprov Jambi mengumumkan status darurat asap akibat banyaknya lahan yang terbakar.

Akibat bencana kabut asap hampir merata terjadi di seluruh daerah di Provinsi Jambi. Berdasarkan data Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Jambi, tak kurang dari 33 ribu hektare lahan dan hutan di Jambi terbakar.

Editor: Agus Luqman 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

RS di Jalur Gaza Kewalahan Tampung Pasien Covid-19

Kabar Baru Jam 7

Kisah Pendamping Program Keluarga Harapan Edukasi Warga Cegah Stunting

Siapkah Sekolah Kembali Tatap Muka?

Eps8. Food Waste