Dalami Konflik Tambang, DPR Besok Kunjungi Lumajang

Hasil kunjungan diharapkan bisa cegah konflik serupa.

BERITA | NASIONAL

Kamis, 01 Okt 2015 14:32 WIB

Author

Bambang Hari

Dalami Konflik Tambang, DPR Besok Kunjungi Lumajang

Ilustrasi (Komunal Stensil)

KBR, Jakarta - Pantau konflik tambang,  Komisi Hukum DPR akan kunjungi Lumajang, Jawa Timur. Anggota Komisi Hukum, Arsul Sani menyatakan hasil kunjungan kerja ke Lumajang diharapkan bisa digunakan secara lebih luas tak hanya untuk kasus Lumajang. Pertama, Polri diharapkan punya peta konflik lahan yang bermuatan konflik horizontal. Dengan demikian, aparat keamanan mampu mencegah timbulnya konflik serupa di daerah lain.

"Kami akan melihat apa duduk persoalannya di sana. Termasuk konflik horizontal yang ada di sana. Tapi yang lebih penting adalah kunjungan ke Lumajang akan memberikan semacam pedoman bagi Polri dalam memetakan potensi konflik di tiap daerah," katanya.

Selain itu ia juga menambahkan, Komisi III ingin memastikan ada-tidaknya kerjasama ilegal dalam perizinan pertambangan.

Komisi III DPR rencananya besok akan   ke Lumajang, Jawa Timur. Mereka akan mendalami soal kasus Salim Kancil yang tewas mempertahankan lahan pertaniannya dari penambangan di Selok Awar-awar, Lumajang.


Sebelumnya, dua warga Desa Selok Awar-awar, Lumajang menjadi korban penculikan dan penganiayaan preman. Satu orang bernama Salim Kancil tewas mengenaskan dan satu luka kritis. Dua warga itu selama ini getol menolak kegiatan penambangan pasir di desanya. Diduga penganiayaan itu terkait dengan kegiatan penambangan pasir di daerah itu.  Kepolisian telah menetapkan puluhan orang sebagai tersangka. 

Editor: Rony Sitanggang

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 17

Modus Baru, JAD Gunakan Racun untuk Aksi Teror

Kabar Baru Jam 15

Kabar Baru Jam 14

Waspada Beragam Modus Perdagangan Orang