BNPB: Status Bencana Nasional tak Percepat Pemadaman Karhutla

Pemadaman karhutla telah habiskan anggaran 500 miliar.

BERITA | NASIONAL

Kamis, 01 Okt 2015 20:00 WIB

Author

Ninik Yuniati

BNPB: Status Bencana Nasional tak Percepat Pemadaman Karhutla

Ilustrasi: Helikopter untuk bom air (Foto: KBR/Alex G.)

KBR, Jakarta - Badan Nasional Penanggulangan Bencana memprediksi penetapan status bencana nasional tidak membuat penanggulangan karhutla cepat selesai. Ini menanggapi tuntutan sejumlah masyarakat yang meminta bencana asap ditetapkan sebagai bencana nasional. Kepala BNPB Willem Rampangilei mengatakan, penanganan pemerintah termasuk anggaran sudah berskala nasional, kendati tidak berstatus bencana nasional.

"Kalau kita lihat penanganan bencana yang ada sekarang, kita sudah mengerahkan sumber daya nasional. Kita men-deploy TNI dan Polri dari Jakarta, lalu ada 17 helikopter yang beroperasi di sana, lalu ada empat x-wing yang melakukan hujan buatan. Artinya termasuk anggaran, jadi sumber daya nasional sudah dikerahkan di sana. Tidak akan misalnya, apakah kalau ditetapkan sebagai bencana nasional akan mempercepat penyelesaian pemadaman? Tidak," kata Willem di BNPB, (1/10).

Willem menambahkan, BNPB telah menggelontorkan anggaran sebesar 500 miliar Rupiah untuk bencana asap. Kata dia, sebagian besar anggaran terserap untuk penanganan bukan pencegahan. Sementara terkait jumlah kerugian, BNPB masih menghitung di enam provinsi yang terkena kabut asap. Namun, ia memperkirakan jumlahnya sangat besar, mengingat asap di Riau sebelumnya mengakibatkan kerugian sekitar 20 triliun Rupiah

Editor: Rony Sitanggang

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Stephanie: Mengubah Stigma Menjadi Empati