25 Hektar Hutan di Jombang Terbakar

Perhutani menduga terbakarnya hutan karena ulah manusia.

BERITA | NASIONAL

Sabtu, 31 Okt 2015 15:29 WIB

Author

Muji Lestari

25 Hektar Hutan di Jombang Terbakar

Adm Perhutani KPH Jombang, Heru Dwi Kunarwanto (Foto: Muji Lestari/KBR)

KBR, Jombang- Sekitar 25 hektar hutan di Jombang, Jawa Timur, terbakar. Belum diketahui pasti penyebab terbakarnya hutan milik negara itu. Namun Pihak Perhutani KPH Jombang menduga akibat ulah manusia yang dengan sengaja membakar hutan atau membuang puntung rokok di hutan. 

Administrator Perum Perhutani KPH Jombang, Heru Dwi Kunarwanto, mengatakan, hutan terbakar dalam kurun waktu sebulan terakhir di sejumlah titik. Cuaca panas dan hembusan angin yang cukup kencang saat kemarau panjang ini membuat kobaran api dengan cepat menyebar.

“Kurang lebih ada 25 hektar, diantaranya itu di BKPH Ploso timur ini masuk wilayah Kabupaten Jombang ini ada 3 hektar. Kemudian yang, BKPH Jabung di daerah Carang Wulung ada 9,5 hektar. Kemudian yang di wilayah BKPH Gedangan kurang lebih 8 hektar dan di daerah Wonosalam ini ada 6,5 hektar,” kata Heru Dwi, Sabtu (31/10/15).

Untuk mengantisipasi meluasnya kebakaran,  pihaknya mengoptimalkan petugas di lapangan guna melakukan pemanatuan secara rutin di seluruh titik hutan. 

Jombang memiliki hutan seluas 37 ribu hektar yang dikelola Perum Perhutani KPH Jombang. Seluruh hutan ditanami pohon jati dan sengon yang berumur produktif dan sudah beberapa kali dilakukan peremajaan. 

Editor: Dimas Rizky

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Taiwan Berlakukan Larangan Masuk Pekerja Migran Asal Indonesia

Kamboja Tetap Tutup Sekolah Hingga Januari 2021

Kondisi Rumah Sakit dan Tenaga Kesehatan Seiring Meningkatnya Kasus Penularan Covid-19

Kabar Baru Jam 7

Kabar Baru Jam 8