Wawancara Allan Nairn Menjadi Pintu Masuk Diteruskannya Kasus Munir

LSM HAM Imparsial menyatakan, diungkapnya hasil wawancara wartawan Amerika Serikat Allan Nairn dengan Hendropriyono bisa menjadi momentum dilanjutkannya penyelidikan terhadap pembunuhan aktivis HAM Munir.

NASIONAL

Selasa, 28 Okt 2014 14:21 WIB

Author

Bambang Hari

Wawancara Allan Nairn Menjadi Pintu Masuk Diteruskannya Kasus Munir

allan nairn, hendropriyono, munir, pelanggaran HAM

KBR, Jakarta - LSM HAM Imparsial menyatakan, diungkapnya  hasil wawancara wartawan Amerika Serikat Allan Nairn dengan Hendropriyono bisa menjadi momentum dilanjutkannya penyelidikan terhadap pembunuhan aktivis HAM Munir. 


Direktur LSM HAM Imparsial, Poengky Indarti mengatakan, pengakuan Allan Nairn menjadi novum atau bukti baru kasus pembunuhan Munir. Menurut dia, ini secara tak langsung menjadi desakan kepada Presiden Joko Widodo dalam menyikapi kasus ini.


"Itu untuk membuktikan kepada kami; pembela HAM, keluarga pembela HAM, dan juga kawan-kawan korban, serta masyarakat umum agar terlihat bahwa Jokowi memang berkomitmen melindungi hak asasi manusia, kemudian juga melindungi kebenaran, dan juga tidak menutup-nutupi,” tegas Poengky. 


“Meskipun diduga orang yang bertanggungjawab secara komando itu merupakan orang dekatnya. Kasus ini juga menjadi ujian juga kepada Jokowi. Kita bisa melihat bagaimana sikapnya terkait hal ini.” 


Sebelumnya, seorang jurnalis investigasi asal Amerika Serikat, Allan Nairn menyebut AM Hendropriyono mengakui keterlibatannya dalam beberapa kasus penculikan dan pembunuhan aktivis HAM di Indonesia. Salah satunya adalah Munir. 


Pernyataan itu dituliskan dalam blog pribadi milik Allan Nairn, www.allannairn.org. Allan Nairn menuliskan, dalam wawancara dua hari di Jakarta, pada 16 Oktober Hendropriyono membuat pernyataan yang membuat dirinya bisa terlibat masalah penuntutan, baik dari CIA, Tentara Nasional Indonesia (TNI), dan untuk Joko Widodo. 


Editor: Antonius Eko 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Vaksinasi "Drive Thru" Pertama Indonesia

Pahlawan Gambut

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 10