covid-19

UU Perkawinan Digugat ke MK, Tuntut Tambah Batas Usia Anak dari 16 ke 18

KBR, Jakarta - Masyarakat sipil yang tergabung dalam Koalisi 18 memprotes peraturan batas usia anak-anak dalam UU No 1 Tahun 1974 soal Pernikahan. Salah satu pasal di sana digugat ke Mahkamah Konstitusi (MK).

NASIONAL

Selasa, 28 Okt 2014 15:31 WIB

UU Perkawinan Digugat ke MK, Tuntut Tambah Batas Usia Anak dari 16 ke 18

UU perkawinan, MK

KBR, Jakarta - Masyarakat sipil yang tergabung dalam Koalisi 18 memprotes peraturan batas usia anak-anak dalam UU No 1 Tahun 1974 soal Pernikahan. Salah satu pasal di sana digugat ke Mahkamah Konstitusi (MK).

Pasal yang digugat adalah Pasal 7 ayat 1 yang menetapkan larangan anak berusia 16 tahun untuk dinikahi. Koordinator Koalisi 18, Erasmus Napitupulu
menjelaskan seharusnya usia anak sampai 18 tahun juga harus dilarang untuk dinikahi.

"Kenapa pilih 18 tahun, untuk mengamankan usia aja. Kalau alasan kesehatan sebenarnya yang paling penting itu 19 tahun sampai 21 tahun. Karena kita ingin mengamankan HAM anak, jadi 18 tahun," jelas Erasmus saat ditemui KBR di Menteng Jakarta, Selasa (28/10).

Saat ini uji materi UU Perkawinan masih dalam proses persidangan di MK. Proses persidangan masih dalam tahap menghadirkan saksi. Sidang selanjutnya akan digelar 30 Oktober 2014 mendatang.

"Di beberapa konvensi internasional dan UU perlindungan anak itu 18 tahun. Masalahnya dalam UU perkawinan umur 16 tahun itu sudah boleh nikah. Maka itu kayaknya ada kekosongan hukum. Ini berbenturan, di UU perlindungan anak nggak boleh, tapi di UU perkawinan boleh," tambahnya.

Ditemui di tempat yang sama, Anggota Dewan Peduli Remaja Aliansi Remaja Independen Loveria Sekarri mengatakan dalam gugatan itu juga dituangkan alasan medis yang membahayakan perempuan yang menikah di bawah usia 20 tahun.

Menurut dia pernikahan anak perempuan yang berusia 16 tahun bisa menyebabkan serangan penyakit anemia, kanker serviks, sampai kematian. Bahkan risikonya lebih besar sampai 7 kali dibanding perempuan yang menikah di atas usia 20 tahun.

"Kanker serviks. Semakin muda terpapar, makin sering berhubungan seks di usia muda. Akan lebih besar terpapar kanker serviks. Kita nggak bisa lepas dari kesehatan reproduksi," jelas dia.

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

DE-SI (Depresi to Prestasi)

War On Drugs

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10