Soal Pimpinan DPR Tandingan, Ketua DPR: Serahkan ke Rakyat

KBR, Jakarta - Ketua DPR Setya Novanto mengaku belum akan mengambil sikap terkait mosi tidak percaya yang diajukan Koalisi Jokowi pada pimpinan DPR. Mosi tidak percaya tersebut berujung pada pembentukan pimpinan DPR Tandingan yang dikomandani Ketua Fraksi

NASIONAL

Kamis, 30 Okt 2014 07:42 WIB

Author

Khusnul Khotimah

Soal Pimpinan DPR Tandingan, Ketua DPR: Serahkan ke Rakyat

Jokowi, DPR, prabowo

KBR, Jakarta - Ketua DPR Setya Novanto mengaku belum akan mengambil sikap terkait mosi tidak percaya yang diajukan Koalisi Jokowi pada pimpinan DPR. Mosi tidak percaya tersebut berujung pada pembentukan pimpinan DPR Tandingan yang dikomandani Ketua Fraksi PDIP Pramono Anung.

Pramono didaulat menjadi Ketua DPR tandingan. Setya Novanto mengatakan akan meneruskan kerja-kerja DPR melalui komisi dan badan pasca dilakukan pemilihan pimpinan komisi hari ini.

“Itu saya serahkan kepada rakyat untuk menilai. Yang jelas kita kan bekerja terus sesuai dengan peraturan yang ada, juga UU MD3," kata Setya di Gedung DPR Jakarta, Rabu (29/10).

Setya pun menolak tudingan bahwa pimpinan DPR berpihak pada kepentingan Koalisi Merah Putih semata. Buktinya pimpinan DPR bahkan memberi toleransi bagi Fraksi PDIP, PKB, Partai Hanura, Partai Nasdem dan PPP selama 4 kali paripurna untuk menyetor nama anggotanya untuk ditempatkan di komisi dan badan. Empat kali paripurna dinilai waktu yang sudah cukup lama sehingga menghambat kinerja DPR.

Koalisi pendukung pemerintahan mengajukan mosi tidak percaya pada pimpinan DPR RI. Mereka menilai pimpinan cenderung berpihak pada kepentingan fraksi yang tergabung dalam Koalisi Merah Putih.

Karena itu mereka membuat pimpinan DPR tandingan dengan ketua Pramono Anung. Empat wakilnya adalah Abdul Kadir Karding, Saifullah Tamliha, Patrice Rio Capella, dan Dossy Iskandar.

Selain itu koalisi pendukung pemerintahan ini juga akan meminta Presiden Joko Widodo menerbitkan Perppu UU MD3. Tujuannya agar UU MD3 bisa kembali seperti sebelumnya yang tak terdapat sistem paket dalam memilih pimpinan DPR dan pimpinan komisi. 


(Baca juga:  Koalisi Jokowi Bentuk Pimpinan DPR Tandingan, Pramono Anung Jadi Ketua DPR)  


Editor: Pebriansyah Ariefana

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Recent Podcast

September ini merupakan gelombang ketiga penetapan anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka oleh KPK.

Dengan langkah terbaru dari polisi, Istana mengklaim: Negara serius menuntaskan kasus Munir.

Aturan yang ada sangat mudah digunakan kelompok tertentu untuk melakukan persekusi atau kekerasan.

KPU tak kalah ngotot, meminta KPU daerah menunda proses pencaloan 12 nama bakal caleg eks napi korupsi yang sudah diloloskan Bawaslu.

Pelemahan rupiah karena kebijakan bank sentral AS The Fed, juga perang dagang AS-China.