SBY Serahkan Rancangan Perppu Pilkada ke DPR, Kamis Ini

KBR, Jakarta - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) bakal menyerahkan Peraturan Presiden Penggani Undang-Undang (Perppu) Pilkada, Kamis (2/10) hari ini ke DPR.

NASIONAL

Kamis, 02 Okt 2014 04:00 WIB

Author

Ade Irmansyah

SBY Serahkan Rancangan Perppu Pilkada ke DPR, Kamis Ini

SBY, pilpres

KBR, Jakarta - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) bakal menyerahkan Peraturan Presiden Penggani Undang-Undang (Perppu) Pilkada, Kamis (2/10) hari ini ke DPR. 


Pemerintah akan tetap mendesak agar pemilihan kepala daerah dilakukan secara langsung oleh rakyat. Dia menambahkan, Perppu ini juga mensyaratkan adanya beberapa perbaikan-perbaikan pada proses pemilihan kepala daerah mendatang.


“Ada yang menanyakan tentang Perppu, draft sudah rampung akan saya cek sekali lagi untuk memastikan semua benar dan insya allah barang kali sore atau malah hari akan saya kirimkan ke DPR-RI setelah saya tanda tangani. Saya berharap ini betul-betul menjadi solusi karena Perppu ini justru ingin mengembalikan Pilkada langsung dengan perbaikan-perbaikan, saya berharap dewan bisa merespon dengan baik,” ujarnya kepada wartawan di JCC Senayan, Jakarta, Rabu (1/10) malam.


Sebelumnya Ketua Mahkamah Konstitusi, Hamdan Zoelva mengaku telah dihubungi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk mengkonsultasikan Undang-Undang Pemilihan Kepala Daerah (UU Pilkada). Sebelumnya, SBY selaku presiden dan ketua umum Partai Demokrat mengaku tak setuju dengan pengesahan UU Pilkada dengan pilihan kepala daerah dipilih oleh DPRD. 


Ia berniat tak menandatangi produk kebijakan tersebut. Akan tetapi, Hamdan mengatakan, meskipun tak mendapat tandatangan dari presiden, UU Pilkada tetap sah.


Editor: Pebriansyah Ariefana

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Rencana Pembentukan Komponen Cadangan Militer Tuai Polemik