Rini Jangan Banyak Ngerecokin Jokowi

Satu nama yang menjadi sorotan adalah Rini Soemarno, bekas Kepala Staf Tim Transisi yang belakangan selalu menempel Jokowi. Rini disebut-sebut bakal menjadi Menteri Negara BUMN.

NASIONAL

Jumat, 24 Okt 2014 16:51 WIB

Author

Heru Hendratmoko

Rini Jangan Banyak Ngerecokin Jokowi

kabinet jokowi, rini somarno, intervensi jokowi, kabinet bermasalah

Ketidakpastian dan kesimpangsiuran informasi tentang siapa saja yang bakal mengisi formasi kabinet Jokowi-JK masih terjadi hingga Jumat (24/10). Beberapa nama yang sebelumnya diunggulkan, sebagian rontok, berganti dengan nama-nama baru.


Masalahnya, nama-nama baru ini justru tidak mencerminkan sebuah kabinet impian. "Kalau pun tidak bisa mendapatkan yang the best, tapi paling tidak dapat the second best lah," kata sumber PortalKBR yang dekat dengan istana.


Satu nama yang menjadi sorotan adalah Rini Soemarno, bekas Kepala Staf Tim Transisi yang belakangan selalu menempel Jokowi. Rini disebut-sebut bakal menjadi Menteri Negara BUMN. Menurut sumber tersebut, posisi Rini memang membingungkan. Ke Jokowi dia bilang orangnya Mega. Ke Mega dia bilang orangnya Jokowi. "Jadi dia ini mewakili siapa? Sebaiknya dia jangan terlalu ngerecokin Jokowi," katanya. 


Menurut sumber ini, beberapa nama yang masuk antara lain:


- Menko Perekonomian Sofyan Djalil

- Menteri Keuangan Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro

- Menteri Negara BUMN Rini Soemarno

- Menteri Perindustrian Rachmat Gobel

- Menteri Pertanian Amran Sulaiman

- Menteri Kesehatan Hasbullah Thabrany

- Menteri Perhubungan Ignasius Jonan

- Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Pratikno

- Menteri Koperasi dan UKM Khofifah Indar Parawansa 

- Menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup Siti Nurbaya

- Menteri Luar Negeri Retno Hapsari

- Menteri Kebudayaan, Pendidikan Dasar dan Menengah Anies Baswedan

- Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo.


Beberapa pos menteri masih simpang-siur. Misalnya Menteri ESDM yang hingga kemarin masih menyebut Hendi Prio Santoso (PT PGN), hari ini sudah muncul nama lain, yakni Kuntoro Mangkusubroto. Nama Luhut Panjaitan yang sebelumnya disebut-sebut sebagai calon Menko Polhukam sudah digeser oleh Wiranto. Luhut sendiri kabarnya akan menduduki pos Kepala Staf Kepresidenan. "Tapi semua masih bisa berubah," tutur sumber PortalKBR.


Sedangkan Adrinof Chaniago, Ketua Lembaga Survei Cirus Surveyor Group, yang juga menjadi tim sukses Jokowi-JK, diplot sebagai Kepala Bappenas. "Adrinof itu kan pengamat. Ya memang orang baik, tapi apa cocok di Bappenas?"


Nama lain yang juga diharapkan diganti adalah Amran Sulaiman, seorang pengusaha dari Sulawesi Selatan yang tercatat sebagai penyumbang terbesar kampanye Jokowi-JK. "Ada dugaan yang bawa nama Amran adalah Rini Soemarno. Masalahnya, ada satu dua saja nama yang jelek, rusak seluruh kredibilitas Jokowi-JK."


Banyaknya intervensi terhadap Jokowi dalam menentukan calon-calon menterinya memang banyak mendapat sorotan publik. Salah satu organisasi relawan Jokowi JK, Almisbat, menyebut upaya Jokowi melibatkan PPATK dan KPK sudah benar. Karena itu upaya memaksakan kehendak untuk meloloskan calon-calon menteri harus ditolak. Kalau dipaksakan, ini akan membuat kabinet yang terbentuk tidak efektif dan efisien. 


"Biarkan pasangan Jokowi-JK berunding untuk memutuskan sekaligus bertanggungjawab penuh atas pilihannya," kata Ketua Almisbat Teddy Wibisana.



Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Rangkuman Berita Sepekan KBR

Saga Akhir Pekan KBR

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18