PPP Janji Tak Kembali ke Koalisi Prabowo

KBR, Jakarta - Partai Persatuan Pembangunan (PPP) berjanji tidak lagi mengemis jabatan pada Koalisi Prabowo. Sekretaris Majelis Pakar PPP Ahmad Yani mengatakan, pihaknya sudah ikhlas jika tidak diberi jabatan apa pun di Komisi DPR.

NASIONAL

Rabu, 08 Okt 2014 17:59 WIB

Author

Erric Permana

PPP Janji Tak Kembali ke Koalisi Prabowo

PPP, jokowi, prabowo

KBR, Jakarta - Partai Persatuan Pembangunan (PPP) berjanji tidak lagi mengemis jabatan pada Koalisi Prabowo. Sekretaris Majelis Pakar PPP Ahmad Yani mengatakan, pihaknya sudah ikhlas jika tidak diberi jabatan apa pun di Komisi DPR.

Ia juga mengatakan PPP siap ditinggalkan Koalisi Prabowo. PPP sendiri bergabung dengan Koalisi Prabowo pada Pemilahan Pimpinan MPR periode 2014-2019.

"Hanya satu masalah saja. Masalahnya kemarin itu tentang pengisian jabatan Pimpinan MPR. Tapi akibat sikap yang diambil PPP karena ingin menegakkan harkat dan martabat serta marwah Partai. Kalau itu pun dianggap tidak bisa bersama-sama lagi dengan KMP. Kawan-kawan menganggap seperti itu ya silahkan. Nggak apa-apa. Tapi pada intinya PPP tidak pernah ingin meninggalkan KMP. Tapi kalau KMP ingin meninggalkan PPP apa boleh buat," ujar Yani di Jakarta, Rabu (8/10).

Ahmad Yani menambahkan hingga saat ini belum ada komunikasi lanjutan dengan Koalisi Prabowo terkait nasib PPP di Koalisi. Yani mengatakan pihaknya sedang menunggu undangan Koalisi Prabowo untuk membahas nasib PPP tersebut. 


Sementara, Koalisi Prabowo meminta penjelasan PPP terkait sikap mereka yang sempat bergabung dengan Koalisi Jokowi. Anggota Majelis Syuro PKS yang tergabung dalam Koalisi Prabowo, Hidayat Nur Wahid mengatakan tidak benar PKS merebut jabatan Pimpinan Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) dari PPP. Ia bahkan mengklaim Koalisi  Prabowo dan PKS memiliki bukti yang membantah tudingan tersebut.

"Tegas kami katakan, kami tidak pernah meninggalkan rekan-rekan PPP. Kami mencari jalan agar mereka selalu bersama kami. Ada dokumen-dokumen tentang itu semua. Ada penandatanganan dari Suryadharma Ali untuk segala yang kita sepakati. Termasuk soal posisi PPP dalam Kepemimpinan MPR kemarin," ujar Hidayat.

Hidayat juga meminta penjelasan tentang niatan PPP yang masih ingin tetap bergabung di Koalisi Prabowo. Jika masih ingin bergabung, Hidayat meminta PPP untuk tidak plin-plan dalam menentukan sikap. Meski begitu, Hidayat mengklaim Koalisi Prabowo siap untuk ditinggalkan PPP.

Sebelumnya PPP meminta jatah Pimpinan MPR pada Koalisi Prabowo. Namun permintaan tersebut tidak dipenuhi. Akibatnya PPP bergabung dengan Koalisi Jokowi pada Pemilihan Pimpinan MPR. Yani mengatakan PPP merapat ke Koalisi Jokowi hanya untuk sementara.

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Tim Teknis Pengungkapan Kasus Novel Dinilai Belum Ungkap Apapun

Kabar Baru Jam 15

Kabar Baru Jam 14