Perppu Pilkada Ditolak DPR, Jokowi Bisa Upayakan Referendum

Presiden Joko Widodo diusulkan menggelar referendum atau jajak pendapat terkait Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang (Perppu) Pilkada. Pasalnya, Rencana pemberlakuan Perppu itu bisa saja ditolak DPR

NASIONAL

Selasa, 21 Okt 2014 18:35 WIB

Author

Bambang Hari

Perppu Pilkada Ditolak DPR, Jokowi Bisa Upayakan Referendum

ruu pilkada, perppu, sby

KBR, Jakarta - Presiden Joko Widodo diusulkan menggelar referendum atau jajak pendapat terkait Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang (Perppu) Pilkada. Pasalnya, Rencana pemberlakuan Perppu itu bisa saja ditolak DPR


Peneliti LSI, Ardian mengatakan, upaya referendum dijadikan jalan tengah untuk menjaring keinginan masyarakat terkait pelaksanaan pilkada. Tujuannya untuk mencegah aksi massa besar-besaran yang dikhawatirkan berujung dengan tindakan anarki.


"Presiden Jokowi bisa saja mewacanakan untuk membentuk referendum untuk menanyakan kepada masyarakat apakah memang ingin mengadakan pilkada langsung atau melalui DPRD. Namun sayang, referendum memang tidak ada di dalam konstitusi kita,” kata Ardian. 


“Dulu waktu pelaksanaan referendum di Timor Timur itu kan karena adanya TAP MPR. Nah sekarang TAP MPR itu sudah dicabut. Tapi referendum sebagai sebuah wacana bisa saja digulirkan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, seperti demonstrasi besar-besaran misalnya. Itu bisa dijadikan alternatif untuk mencari tahu masyarakat lebih memilih yang mana.” 


Dewan Perwakilan Rakyat berencana membahas Peraturan Pengganti Undang-undang Pilkada pada Januari nanti. Perrpu itu dikeluarkan oleh Bekas Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyusul diberlakukannya UU Pilkada. 


Editor: Antonius Eko 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Rangkuman Berita Sepekan KBR

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18