Pekerja Disabilitas Lebih Untungkan Perusahaan

KBR, Jakarta - Pekerja penyandang disabilitasatau berkebutuhan khusus dianggap lebih menguntungkan perusahaan.

NASIONAL

Sabtu, 18 Okt 2014 10:12 WIB

Author

Guruh Riyanto

Pekerja Disabilitas Lebih Untungkan Perusahaan

disablitas, pekerja, perusahaan

KBR, Jakarta - Pekerja penyandang disabilitasatau berkebutuhan khusus  dianggap lebih menguntungkan perusahaan. Koordinator Proyek Organisasi Perhuburuhan Internasional (ILO) Yohanes Pakereng mengatakan, tingkat produktivitas mereka bisa sekitar 30% lebih tinggi dari pekerja biasa bila mereka mendapatkan penempatan yang sesuai. Selain itu, pekerja dengan disabilitas lebih taat dan setia dalam bekerja. (Baca: RUU Disabilitas Perlu Tempatkan Menko Kesra Urusi Pekerja Disable)

"Pertama lebih produktif. Kedua, tingkat kehadiran. Mereka jarang terlambat. Survey diulang bukan hanya di Indoensia. Ketiga, tingkat berhenti sangat rendah. Karena orang dengan tuna netra misalnya, orang yang mau ke tempat kerjanya sudah tau rutenya, mereka jarang mau merubah rutenya," kata Koordinator Proyek Organisasi Perhuburuhan Internasional (ILO) Yohanes Pakereng di Jakarta, Jumat (17/10).

Yohanes Pakareng  menambahkan, Pekerja dengan disabilitas juga mendongkrak penjualan produk. Ini karena perusahaan mendapatkan citra positif di kalangan konsumen dengan mempekerjakan kelompok disabilitas. Akibatnya, produsen mendapat pangsa pasar baru.

 "Kalau ia mempekerjakan 100 orang dengan disabilitas produkia bisa masuk ke orang itu dan keluarganya. Ini juga menyangkut image dia di publik. Kalau ada produk yang dihasilkan oleh perusahaan yang mempekerjakan orang dengan disabilitas image-nya lebih baik. Di Belanda contohnya, ditulis "produk ini dibuat oleh dengan penyandang disabilitas" orang jadi lebih tertarik untuk membeli," imbuh Yohanes Pakereng. (Baca: ILO: Tidak Ada Data Rinci Angkatan Kerja Disabilitas)

Editor: Nanda Hidayat

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

What's Up Indonesia

Kabar Baru Jam 8

10 Anak Tersangka Kerusuhan 22 Mei Layak Mendapat Diversi

Kabar Baru Jam 7

News Beat