Bagikan:

Museum Kepresiden di Bogor Hanya Alat Pencitraan

Museum kepresidenan Balai Kirti dinilai hanya menjadi media pencitraan para presiden. Sejarawan Asvi Warman Adam mengatakan, museum ini berpotensi menipu masyarakat karena tidak utuh menggambarkan perjalanan sejarah tiap presiden. Selain itu, lokasi museu

NASIONAL

Minggu, 19 Okt 2014 21:18 WIB

Museum Kepresiden di Bogor Hanya Alat Pencitraan

museum, balai kirti

KBR, Jakarta - Museum kepresidenan Balai Kirti dinilai hanya menjadi media pencitraan para presiden. Sejarawan Asvi Warman Adam mengatakan, museum ini berpotensi menipu masyarakat karena tidak utuh menggambarkan perjalanan sejarah tiap presiden. Selain itu, lokasi museum tersebut tidak strategis sehingga sulit diakses publik.

 

"Malah bisa mengelabui atau menipu masyarakat. artinya, semuanya baik, tentang presiden a,b,c dll, karena itu kan idenya hall of the fame. aula kemasyhuran, kalau di luar negeri,” kata Asvi. 


“Yang kedua, tempatnya. harusnya museum itu di ruang publik. Ini museum berada di Istana Bogor, Jadi orang untuk ke sana pun, juga tidak semua orang bisa. dan kalau pun ada itu juga melalui pintu detektor dan semacamnya. Jadi itu tidak memenuhi persyaratan sebagai museum publik," tambahnya. 


Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meresmikan museum kepresidenan Balai Kirti di Istana Bogor, Sabtu (18/10). Acara tersebut dihadiri seluruh kerabat atau perwakilan keenam presiden, kecuali Presiden Soekarno. 


Museum terdiri dari tiga lantai, yakni Galeri Kebangsaan, Galeri Kepresidenan, dan taman terbuka. Pembangunan fisik museum dikerjakan oleh Kementerian Pekerjaan Umum, sementara untuk isi museum menjadi tanggung jawab Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. 


Editor: Antonius Eko 


Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Pengungsi dan Persoalan Regulasi di Indonesia