KPK Telusuri Keterlibatan Gubernur Sumsel Pada Proyek Gedung Serba Guna

KBR, Jakarta- Komisi Pemberantasan Korupsi menyasar keterlibatan Gubernur Sumatera Selatan Alex Nurdin dalam perkara dugaan pembangunan Gedung Serba Guna Pemprov Palembang.

NASIONAL

Rabu, 01 Okt 2014 18:06 WIB

Author

Nur Azizah

KPK Telusuri Keterlibatan Gubernur Sumsel Pada Proyek Gedung Serba Guna

KPK, sumatera selatan, korupsi

KBR, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi menyasar keterlibatan Gubernur Sumatera Selatan Alex Nurdin dalam perkara dugaan pembangunan Gedung Serba Guna Pemprov  Palembang.

Ini dilakukan KPK setelah menetapkan Kepala Dinas Pekerjaan Umum Pemprov Sumatera Selatan Rizal Abdullah sebagai tersangka dalam kasus pembangunan proyek Wisma Atlet yang kala itu menjabat sebagai Ketua Komite Pembangunan Wisma Atlet.

Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto mengatakan pihaknya masih mendalami keterlibatan orang nomor satu di Sumatera Selatan itu karena diduga terjadi penggelembungan oleh Rizal Abdullah dalam proyek tersebut.

“Ya, ya, kita belum tahu soal Alex Nurdin mudah mudahan dari Kepala Dinas PU ini ada informasi informasi yang bisa menjadi dasar untuk menindaklanjuti ini, tapi, kan, tergantung itu. (Dalam dakwaan dulu itu sempet Alex Nurdin menerima aliran dana?) Semua informasi yang penting yang bisa jadi dasar untuk membuktikan unsur dakwaan, itu pasti akan dikonsolidasi oleh KPK. (Jadi di Rusli bisa?) Rusli itu masih belum incracht putusan itu. (Ya, tapi itu bisa didalami?) Iya memang kalau didalami kita collect informasinya,” kata Bambang kepada wartawan, Rabu (1/10).

KPK memperkirakan mark up anggaran dalam proyek tersebut mencapai Rp 25 miliar. Pada proyek tersebut Gubernur Alex Noerdin memerintahkan Dinas PU Cipta Karya sebagai Komite Pembangunan Wisma Atlet yang saat itu dipimpin Rizal Abdullah. Gubernur Alex Noerdin juga diperkirakan menerima fee sebesar 2,5 persen.

Editor: Pebriansyah Ariefana

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Kabar Baru Jam 8

Tetap Aman dan Sehat Beraktivitas Saat Pandemi

Catatan Vaksin Mandiri

Wapres Bicara Vaksinasi untuk Lansia