KPK: Penyelidikan SKL BLBI Terus Berlanjut

KBR, Jakarta - Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abraham Samad memastikan penyelidikan penerbitan Surat Keterangan Lunas (SKL) untuk beberapa obligator Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) tidak berhenti.

NASIONAL

Sabtu, 18 Okt 2014 15:15 WIB

Author

Ade Irmansyah

KPK: Penyelidikan SKL BLBI Terus Berlanjut

blbi, skl, kpk, abraham samad

KBR, Jakarta - Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abraham Samad memastikan penyelidikan penerbitan Surat Keterangan Lunas (SKL) untuk beberapa obligator Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) tidak berhenti. (Baca: Negara Masih Tanggung Rp 60 T Bunga BLBI)

Samad menegaskan, KPK  tidak ragu untuk memanggil Megawati Soekarnoputri terkait penyelidikan penerbitan SKL untuk beberapa obligator BLBI. KPK memastikan akan bekerja maksimal terkait penyelidikan dugaan korupsi dalam pemberian itu.

“BLBI bagaimana pak? Iya ini sedang didalami terus oleh teman-teman penyelidikan. Saya masih belum tahu persis perkembangannya seperti apa. Tapi insya allah kalau di KPK tidak ada kasus yang di peti es kan yah, jadi saya harap bersabar,” ujarnya kepada KBR di kantor KPK.

Sebelumnya Surat Keterangan Lunas Obligator BLBI  itu dikeluarkan Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) berdasarkan Instruksi Presiden Nomor 8 Tahun 2002 dalam pemeritahan Megawati Soekarnoputri. Terkait penyelidikan SKL, KPK sudah memanggil bekas Menteri Badan Usaha Milik Negara Laksamana Sukardi, bekas Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Rizal Ramli, serta bekas Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Kwik Kian Gie. Seusai diperiksa beberapa waktu lalu, kPK mengajukan pertanyaan kepada Sukardi termasuk soal rapat kabinet era Megawati yang membahas SKL BLBI.

Korupsi BLBI merupakan salah satu perkara korupsi terbesar yang ditangani KPK. Hasil audit BPK menyebutkan, dari Rp 144 triliun dana BLBI yang dikucurkan kepada 48 bank umum nasional, Rp 138,4 triliun dinyatakan merugikan negara.

Editor: Nanda Hidayat

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Perempuan dan Anak Dalam Pusaran Terorisme

Kabar Baru Jam 15

Kabar Baru Jam 14

Kabar Baru Jam 13

Kabar Baru Jam 12