Jokowi Tak Takut Dilengserkan

KBR, Jakarta - Presiden Terpilih Joko Widodo tidak takut jika ingin digulingkan lewat Majelis Pemusyawaratan Rakyat (MPR) pasca Koalisi Prabowo Subianto menguasai parlemen. Sebab santer terdengar UUD akan diamandemen.

NASIONAL

Rabu, 08 Okt 2014 14:53 WIB

Author

Nur Azizah

Jokowi Tak Takut Dilengserkan

Jokowi, prabowo

KBR, Jakarta - Presiden Terpilih Joko Widodo tidak takut jika ingin digulingkan lewat Majelis Pemusyawaratan Rakyat (MPR) pasca Koalisi Prabowo Subianto menguasai parlemen. Sebab santer terdengar UUD akan diamandemen.

Menurut Jokowi, amandemen itu bisa dilakukan untuk kepentingan rakyat. Jangan sampai amandemen dilakukan karena keinginan kelompok tertentu dan untuk kepentingan sesaat.

“Kalau untuk kepentingan negara, untuk kepentingan yang lebih besar, kepentingan rakyat, enggak ada masalah. Semua yang berkaitan dengan Undang Undang kalau mau dirubah tetapi  untuk kepentingan itu ga masalah. Asal jangan untuk kepentingan kepentingan sesaat. Asal jangan untuk kepentingan kepentingan kekuasaan. Yang paling penting itu aja,” kata Jokowi di Balaikota, Rabu (8/10).

Sebelumnya, Zulkifli Hasan terpilih sebagai Ketua MPR. Paket MPR yang dipilih melalui voting itu meliputi wakil MPR yaitu Hidayat Nur Wahid dari PKS, Mahyuddin Partai Golkar, dan Oesman Sapto dari perwakilan DPD.

Editor: Pebriansyah Ariefana

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Recent Podcast

September ini merupakan gelombang ketiga penetapan anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka oleh KPK.

Dengan langkah terbaru dari polisi, Istana mengklaim: Negara serius menuntaskan kasus Munir.

Aturan yang ada sangat mudah digunakan kelompok tertentu untuk melakukan persekusi atau kekerasan.

KPU tak kalah ngotot, meminta KPU daerah menunda proses pencaloan 12 nama bakal caleg eks napi korupsi yang sudah diloloskan Bawaslu.

Pelemahan rupiah karena kebijakan bank sentral AS The Fed, juga perang dagang AS-China.