Ini Dia Penjelasan Presiden Jokowi soal Belum Umumkan Kabinet

Pilih bersikap hati-hati, tunggu rekomendasi PKK.

NASIONAL

Jumat, 24 Okt 2014 00:52 WIB

Author

Rasyadi Fadilah

Ini Dia Penjelasan Presiden Jokowi soal Belum Umumkan Kabinet

KPK, PPATK, kabinet jokowi

KBR, Jakarta - Presiden Jokowi masih memiliki waktu sampai 3 November 2014 untuk mengumumkan menteri-menteri di kabinetnya. Dan sampai sekarang, Jokowi memilih untuk bersikap hati-hati dalam menyusun kabinet dengan cara menunggu rekomendasi dari Komisi Pemberantasan Korupsi. 


Sebelumnya Jokowi sudah mendapatkan rekomendasi dari KPK seputar 43 nama calon menteri yang mereka usulkan. Delapan di antara mereka masuk rapor merah dan kuning dari KPK. Presiden Jokowi sudah memasukkan nama-nama pengganti kandidat yang dicoret itu. 


Berikut pernyataan lengkap Presiden Jokowi di Istana Negara kemarin (24/10/2014). 


Dulu katanya tidak butuh banyak waktu untuk umumkan kabinet?


“Bisa sehari, dua hari, tiga hari, secepat-cepatnya. Kita ini menganut prinsip kehati-hatian. Waktu kita sampaikan ke KPK, kan ada yang harus kita ulang lagi. Kita menyampaikan lagi ke KPK lagi dong, dari awal lagi. Sampai sekarang, ini belum keluar rekomendasi dari KPK.” 


Jadi ini nunggu rekomendasi KPK?


“Ya iya dong. Yang kemarin dari sana direkomendasikan tidak boleh kan kita harus berikan yang baru lagi. Kamu harus ngerti... ada ceritanya itu. Masa nungguin di Tanjung Priok, siapa yang suruh tunggu di sana?”


Rencana pengumuman kabinet?


“Sampai detik ini dari KPK belum.”


Berapa hari yang ditunggu?


“Kamu tanya ke KPK dong, kok tanya ke saya. Begitu KPK menyampaikan, detik itu juga kami umumkan.”


Kenapa tunggu dari KPK?


“Kemarin kan ada yang tidak boleh dari KPK. Yang pertama itu. Yang kedua, kita minta pertimbangan DPR karena ada yang digabung, ada yang dipecah, nomenklaturnya jadi berubah. Kamu ya jangan cari tahu sendiri, ke Tanjung Priok sendiri, nunggu... yang nyuruh kamu nunggu itu siapa? (tertawa). Beritanya jadi simpang siur karena kamu ini....”


Soal 34 kementerian, betul?


“Nanti simpang siur. Saya umumkan kalau sudah pasti orangnya, pasti jumlahnya. Jangan nanti semuanya bolak balik lagi. Masih dalam proses, kamu tanya-tanya terus.”


Sebelum pelantikan kan bilang kalau nggak butuh waktu lama?


“Secepat-cepatnya. Kan ada proses. Harus ke Dewan. Harus ke KPK. Kalau kemarin ke KPK, semuanya bersih, sudah langsung diumumkan.”


Waktu menunggu kan pengaruhi kinerja dewan?


“Kita sudah minta pertimbangan langsung dari DPR. Dari dewan dipersilakan, tapi dari KPK kan belum. Kita pingin semuanya cepat supaya dua-duanya jalan.”


Ada deadline?


“Ya kita mau secepat-cepatnya. Yang dari kita sudah, yang dari KPK belum.”


Ada proses fit and proper?


“Nggak ada. Ada rekam jejak, ada yang mendatangi, kanan kiri, sudah ada kehati-hatian di PPATK dan KPK. Tapi semuanya perlu waktu.”


Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Rangkuman Berita Sepekan KBR

Saga Akhir Pekan KBR

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18