covid-19

Dilarang Jokowi, Relawan Tetap Datang ke DPR Saat Pelantikan

KBR, Jakarta - Relawan Jokowi Projo tetap menggelar aksi dukungan di kawasan DPR saat pelantikan Joko Widodo sebagai Presiden Indonesia 2014-2019.

NASIONAL

Sabtu, 11 Okt 2014 13:13 WIB

Dilarang Jokowi, Relawan Tetap Datang ke DPR Saat Pelantikan

jokowi, pelantikan, presiden

KBR, Jakarta - Relawan Jokowi Projo  tetap menggelar aksi dukungan di kawasan DPR saat pelantikan Joko Widodo sebagai Presiden Indonesia 2014-2019. Ini diungkapkan Ketuanya Budi Arie Setiadi meski sebelumnya Jokowi sudah melarang simpatisannya untuk datang ke DPR. (Baca: Geruduk Kawal Pelantikan Jokowi)

Budi Arie menilai,  aksi di depan DPR sebagai bentuk pengawalan terhadap pelantikan Jokowi. Pasalnya, relawan masih khawatir ada upaya menjegal pelantikan oleh MPR yang dikuasi koalisi Prabowo.

"Para pendukung Jokowi dan rakyat sangat percaya dengan Pak Jokowi, tetapi kami meragukan, keseriusan majelis yang terhormat, Majelis Permusyawaratan yang terhormat itu melakukan acara pelantikan sesuai dengan tata cara kenegaraan sebenarnya tidak ada persoalan, ini kekhawatiran teman-teman karena ada isu-isu sabotase pelantikan Jokowi," Budi Arie Setiadi kepada KBR (11/10).

Ketua Projo Budi Arie Setiadi menambahkan,  pihaknya akan mengikuti peraturan yang ada. Misalnya, massa aksi dilarang mendekat radius 3 km dari gedung DPR.  Dia menjamin,  pengawalan akan berjalan damai.

Sebelumnya, Presiden terpilih Joko Widodo melarang semua pendukung pergi ke Gedung DPR RI ketika pelantikan presiden dan wakil presiden pada 20 Oktober 2014 mendatang. Jokowi melarang hal itu karena alasan keamanan para pendukungnya. Sebab, hingga radius tertentu, lokasi pelantikan mesti steril dari aktivitas massa. (Baca juga: 1000-an Warga Papua Desak Pelantikan Jokowi Tetap 20 Oktober)

Editor: Nanda Hidayat

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 12

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7