Allan Nairn: BIN dan Polri Harus Bongkar Keterlibatan Hendro dalam Pelanggaran HAM

Jurnalis Investigasi asal Amerika Serikat Allan Nairn berjanji akan mengungkap lebih banyak fakta mengenai keterlibatan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) sekaligus penasehat Presiden Joko Widodo, Hendropriyono dalam kasus pembunuhan aktivis HAM Munir, T

NASIONAL

Selasa, 28 Okt 2014 10:07 WIB

Author

Antonius Eko

Allan Nairn: BIN dan Polri Harus Bongkar Keterlibatan Hendro dalam Pelanggaran HAM

allan nairn, hendropriyono, munir, pelanggaran HAM

Jurnalis Investigasi asal Amerika Serikat Allan Nairn berjanji akan mengungkap lebih banyak fakta mengenai keterlibatan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) sekaligus penasehat Presiden Joko Widodo, Hendropriyono dalam kasus pembunuhan aktivis HAM Munir, Talangsari dan Timor Timur. 


Allan mendesak Polri, TNI dan BIN membuka semua dokumen rahasia mengenai kasus-kasus itu. Selain itu, pemerintah Amerika Serikat juga melakukan hal sama dengan mengumumkan dokumen milik badan intelejen CIA, Pentagon dan Kementerian Luar Negeri. 


Dia yakin, Jokowi tak akan menolak mengumumkan dokumen-dokumen tersebut. Apalagi menurut Allan, sebagian besar dokumen ditulis langsung oleh Hendro. Ada juga dokumen yang menyebut soal Hendro semua kasus tersebut. 


Kata Allan, dalam semua kasus-kasus ini Hendro sudah dipanggil oleh Komnas HAM, oleh Tim Pencari Fakta Munir, Komisi Kebenaran di Timor-Timur. Namun Hendro selalu menolak datang. 


“Saya tanya kenapa bapak selalu menolak datang? Dia langsung emosi jadi marah. katanya ‘kalau mereka mau bicara sama saya, mereka  harus datang ke sini, ke rumah saya. Saya tidak akan buat statement di tempat mereka, kalau mau mereka ke sini saja,” kata Allan. 


Dia menambahkan, Komnas HAM harus kembali mencoba meminta keterangan dari Hendropriyono. Namun dia mengakui, Komnas HAM kurang punya kekuatan. Justru jaksa agung dan presiden yang harusnya punya peran besar untuk mengorek keterangan dari Hendro. 


Allan juga mengungkapkan bahwa Hendro pernah mengaku bertanggung jawab secara komando atas kasus pembunuhan Munir. Katanya, pengakuan ini sangat penting karena  dalam HAM internasional kalau orang ada tanggung jawab komando untuk kejahatan oleh anak buahnya orang itu bisa dipenjarakan, bisa diadili. 


“Juga fakta bahwa Hendropriyono mengaku bahwa dia ada tanggung jawab komando. Karena Asad Said Ali (wakil BIN) langsung di bawah Hendro. Asad lebih dekat lagi dengan pelaku (pembunuhan Munir) Pollycarpus daripada Hendro. Dalam sidang ada banyak bukti spesifik atas Hendro dan Asad,” kata Allan. 


Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Kabar Baru Jam 8

Tetap Aman dan Sehat Beraktivitas Saat Pandemi

Catatan Vaksin Mandiri

Wapres Bicara Vaksinasi untuk Lansia