Video Intoleransi di Indonesia Akan Ditayangkan di Sidang Dewan Gereja Dunia

KBR68H, Jakarta

NASIONAL

Minggu, 27 Okt 2013 16:01 WIB

Author

Doddy Rosadi

Video Intoleransi di Indonesia Akan Ditayangkan di Sidang Dewan Gereja Dunia

video intoleransi, hkbp filadelfia, ahmadiyah, gki yasmin

KBR68H, Jakarta – Kasus intoleransi yang menimpa kelompok minoritas di Indonesia seperti jemaat Ahmadiyah, Syiah, GKI Yasmin dan HKBP Filadelfia sudah dibuat dalam format video  oleh Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI). Video tersebut rencananya akan ditayangkan di Sidang Dewan Gereja Dunia di Korea, besok.

"Sebuah video tentang intoleransi di Indonesia, yang adalah wajah asli Indonesia saat ini, telah dipersiapkan oleh Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) dan akan ditayangkan di Sidang Dewan Gereja Dunia yang dilangsungkan mulai 28 Oktober di Busan, Korea Selatan. Video ini akan menayangkan apa yang sesungguhnya terjadi pada GKI Yasmin, HKBP Filadelfia, Ahmadiyah, Syiah serta banyak umat dari agama atau kepercayaan lainnya di Indonesia yang dianggap minoritas,” kata Pendeta Palti Panjaitan dari HKBP Filadelfia, dalam keterangan pers yang diterima KBR68H, Minggu (27/10).

Pendeta Palti mengatakan, jemaat HKBP Filadefia akan terus berjuang dengan damai dan tanpa kekerasan, karena Tuhan itu kasih pada semua orang.

Siang tadi, sekitar pukul 13.00 WIB, peribadatan seberang Istana Merdeka Jakarta dihadiri oleh sekitar 200 jemaat, yang berasal dari GKI Yasmin, HKBP Filadelfia dan juga oleh jemaat tamu yang hadir dari Gereja Masehi Injili Sangir-Talaud (GMIST). Ibadah dipimpin oleh Pendeta Glorius Bawengan dari GMIST, dengan menyampaikan pelayanan firman dengan pertujukan teater.

Jemaat GKI Yasmin dan HKBP Filadelfia, mencoba mengingatkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, persoalan pembangkangan hukum yang dilakukan Wali Kota Bogor dan Bupati Bekasi, yang tidak mematuhi putusan Mahkamah Agung yang mengeahkan IMB gereja GKI Yasmin di Bogor dan HKBP Filadelfia di Bekasi, masih terjadi hingga hari ini. Peembangkangan yang dilakukan pemimpin daerah itu tanpa ada koreksi apapun dari Presiden selaku Kepala Pemerintahan tertinggi di Indonesia.

"Presiden tidak dapat berkelit bahwa pembangkangan hukum yg terjadi di Bogor dan Bekasi adalah persoalan dan wewenang wali kota dan bupati. Masak wali kota dan bupati berwenang melawan putusan MA dan Konstitusi? Itu logika kacau seorang presiden", kata Bona Sigalingging, Juru Bicara GKI Yasmin

Dalam ibadah kali ini, beberapa pendeta perwakilan pemimpin Sinode Gereja Kristen Alkitab Indonesia di Papua, Sinode Gereja Kristen Jawa Tengah Utara, Gereja Masehi Injili Sangir Talaud serta Gereja Kristen Sumatera bagian Selatan, hadir dan memberikan sambutan usai ibadah.

"Ibadah keprihatinan GKI Yasmin dan HKBP Filadelfia harus dilanjutkan sampai hukum dan konstitusi ditegakkan di Indonesia. Jangan berhenti, karena ini bukan hanya soal gereja, tetapi soal supremasi hukum dan tegakkan hak kebebasan beragama bagi semua", tegas Pendeta Christya Prihanto Poetro, Sekretaris Umum Gereja Kristen Sumatera Bagian Selatan.

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Upaya Muslimah Bercadar Kikis Stigma (Bag 1)

Kabar Baru Jam 8

Menyoal Jaminan Kebebasan Warga, Apapun Agamanya

Kabar Baru Jam 10