Bagikan:

Trade Expo Indonesia 2013 Ditargetkan Raih Transaksi Rp22 Triliun

KBR68h, Jakarta - Kementerian Perdagangan menargetkan bisa meraih transaksi sebesar 2 miliar dolar atau sekitar Rp 22 triliun dari Pameran Perdagangan Trade Expo Indonesia(TEI) 2013, yang dibuka hari ini.

NASIONAL

Rabu, 16 Okt 2013 14:39 WIB

Trade Expo Indonesia 2013 Ditargetkan Raih Transaksi Rp22 Triliun

trade expo indonesia, Rp22 triliun, gita wirjawan

KBR68h, Jakarta - Kementerian Perdagangan menargetkan bisa meraih transaksi sebesar 2 miliar dolar atau sekitar Rp 22 triliun dari Pameran Perdagangan Trade Expo Indonesia(TEI) 2013, yang dibuka hari ini.

Menteri Perdagangan Gita Wirjawan mengatakan pameran berskala internasional ini dihadiri ribuan pembeli dan delegasi dagang dari lebih 100 negara mitra dagang. Selain meraih keuntungan, pameran ini untuk menunjukkan bahwa Indonesia tak hanya memiliki sumber daya yang melimpah, tapi juga sumber daya manusia yang potensial.

“Pergeseran dari sisi pembeli memang betul. Tapi jangan, lupa kenaikannya cukup signifikan. Tahun lalu jumlah pembelinya 5300. Tahun ini 9.330 sekian. Pergeserannya kita lihat dari sisi biografi, itu Afrika. Ini semakin berbobot ke sana. Tapi juga cukup banyak dari negara-negara lain di Asia,“ kata Menteri Perdagangan Gita Wirjawan dalam pembukaan Pameran Perdagangan TEI 2013.

Gita mengaku target tersebut memang sangat ambisius. Namun, ia yakin target itu dapat terealisasi. Menurutnya, target transaksi sebesar itu tidak terlampau jauh dari realisasi nilai transaksi TEI pada 2012. Dalam 5 tahun terakhir, rata-rata nilai transaksi TEI tumbuh 42,5 persen.

Selain agenda pameran sendiri, dalam TEI ke 28 kali ini pemerintah kembali memberikan penghargaan Primaniyarta kepada 39 eksportir, 20 diantaranya adalah pemain baru. Gita mengatakan, penghargaan Primaniyarta merupakan wujud apresiasi pemerintah untuk mendorong ekspor non migas.

Pameran Perdagangan Trade Expo Indonesia yang diselenggarakan oleh Kementerian Perdagangan ini sudah ke-28 kalinya digelar. Peserta berasal dari banyak sektor, seperti dari sektor kerajinan tangan, furnitur, produk makananan, tekstil dan sebagainya.

Editor: Doddy Rosadi


Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Jalan Buntu Penolakan Pemekaran Wilayah Papua