PVMBG: Empat Gunung Masih Siaga

KBR68H, Jakarta - Empat gunung di Indonesia masih berstatus siaga. Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Hendrasto mengatakan, keempat gunung tersebut masih mengeluarkan api dan masih membahayakan bagi warga sekitar.

NASIONAL

Sabtu, 12 Okt 2013 14:39 WIB

Author

Azizah

PVMBG: Empat Gunung Masih Siaga

Empat Gunung, Siaga, PVMBG


KBR68H, Jakarta - Empat gunung di Indonesia masih berstatus siaga. Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Hendrasto mengatakan, keempat gunung tersebut masih mengeluarkan api dan masih membahayakan bagi warga sekitar. Empat gunung itu adalah Gunung Rokatenda di NTT, Gunung Lokon di Tomohon, Gunung Karangetang di Sulawesi Utara dan Gunung Ibu di Halmahera Utara.(Baca: Aktivitas Gunung Lokon Masih Membahayakan)

"Kalau Gunung Rokatenda itu, kan, mulai ini, ya, Oktober 2012. Kalau Lokon itu sejak 2011, karena itu kan masih sering. Empat gunung ini letusannya masih terus berlangsung. Kemudian Gunung Karangetang itu sekitar bulan Juni. Trus Gunung Ibu itu tahun ini, saya agak lupa bulannya. Dan keempat gunung itu masih erupsi, mengeluarkan api," terang Hendrasto kepada KBR68H.

Kepala PVMBG Hendrasto menambahkan, pihaknya menetapkan 2,5 kilo meter batas larangan warga di sekitar Gunung Lokon. Sedangkan larangan bagi warga untuk naik di atas ketinggian 500 meter merupakan batas larangan yang diberlakukan pada Gunung Karangetang. Sementara untuk Gunung Rokatenda, PVMBG melarang warga mendekati lokasi dengan radius 3 kilo meter.

Selain menetapkan empat Gunung berstatus siaga, Pusat Vulkanologi juga menyebut belasan gunung juga dalam status waspada. Mereka diantaranya Gunung Ijen, Gunung Krakatau, Gunung Marapi, Sinabung, Gunung Talang, Guntur, Papandayan, Tangkuban parahu, Semeru, Bromo, Sangiang Api, Lewotobi, Ebulogo, Lewotolok, Soputan, dan Gamalama.

Editor: Nanda Hidayat

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Kesiapan Mental sebelum Memutuskan Menikah

Kabar Baru Jam 8

Setahun Pandemi dan Masalah "Pandemic Fatigue"

Kabar Baru Jam 10