Bagikan:

Pusat Inkubasi UMKM Dorong Perekonomian Negara Asia Pasifik

KBR68H, Jakarta - Partai Golkar mendukung ide pembentukan pusat inkubasi usaha mikro kecil menengah (UMKM) di 21 negara anggota Negara-negara Kerja Sama Ekonomi Asia Pasifik yang lahir dari pertemuan APEC Business Advisory Council (ABAC).

NASIONAL

Rabu, 09 Okt 2013 13:31 WIB

Author

Doddy Rosadi

Pusat Inkubasi UMKM Dorong Perekonomian Negara Asia Pasifik

inkubasi UMKM, asia pasifik, perekonomian

KBR68H, Jakarta - Partai Golkar mendukung ide pembentukan pusat inkubasi usaha mikro kecil menengah (UMKM) di 21 negara anggota Negara-negara Kerja Sama Ekonomi Asia Pasifik yang lahir dari pertemuan APEC Business Advisory Council (ABAC).

Menurut Ketua Komisi VI DPR RI dari Fraksi Partai Golkar Airlangga Hartarto pusat inkubasi UMKM tersebut akan mendorong ekonomi dalam skala yang luas di seluruh Negara-negara Kerja Sama Ekonomi Asia Pasifik (APEC).

“Faktanya, ekonomi mikro adalah penggerak ekonomi Indonesia. Data Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah per Juni 2013, saat ini ada 55,2 juta UMKM atau 99,98 persen dari total unit usaha di Indonesia,” ujarnya dalam keterangan pers yang diterima KBR68H, Rabu (9/10).

UMKM dalam catatan Airlangga menyerap 101,72 juta tenaga kerja atau 97,3 persen dari total tenaga kerja Indonesia. UKM juga menyumbang 57,12 persen dari produk domestik bruto (PDB) yang mencapai Rp 8.200 triliun.

“Sepanjang gelaran APEC, hanya ide tentang pembentukan pusat inkubasi UMKM yang paling konkret dan berdampak secara luas bagi masyarakat di masing-masing negara anggota,” tuturnya.

Pada kesempatan terpisah anggota ABAC, Erwin Aksa mengatakan pusat inkubasi UMKM akan menggunakan teknologi inovasi yang akan memberikan kemudahan pemasaran dan juga pembiayaan karena semuanya menerapkan sistem all in one e-commerce.

"Pusat inkubasi atau accelerate center ini akan ada di 21 negara APEC. ABAC juga merekomendasikan munculnya kebijakan yang bisa memberikan jaminan kepada pelaku UMKM, khususnya jaminan Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan diversifikasi pembiayaan," katanya.

ABAC merupakan suara resmi dari kalangan pebisnis APEC. Forum ini melibatkan para pemimpin bisnis dari 21 anggota APEC yang dipilih secara resmi oleh kepala pemerintah masing-masing dan bertugas mengidentifikasi prioritas-prioritas kebijakan dan isu-isu krusial dari sektor bisnis untuk mencapai kerjasama ekonomi yang lebih erat.

Tahun ini ABAC diketuai delegasi dari Indonesia, yaitu Wishnu Wardahana, yang merupakan Direktur Indika Energy . Selain Wishnu, delegasi ABAC dari Indonesia adalah Anindya Novyan Bakrie (Chairman Bakrie Global Ventura), Presiden Direktur Pertamina Karen Agustiawan, Gatot Suwondo (Presdir PT Bank Negara Indonesia), Arief Yahya (Presdir Telkom), dan Erwin Aksa (CEO Bosowa Group)

Para Pemimpin APEC berkomitmen untuk membuka kesempatan seluas-luasnya bagi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), yang diharapkan menjadi tulang punggung pertumbuhan ekonomi APEC.

Dalam hasil KTT APEC Bali 2013 di Nusa Dua yang berakhir Selasa (8/10), pertumbuhan ekonomi global yang kuat, seimbang dan berkelanjutan diharapkan dapat dimotori oleh keterlibatan kaum muda, pebisnis wanita, dan UMKM. 

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Kabar Baru Jam 7

“Konversi Kompor Induksi untuk Tekan Subsidi Elpiji”

HUT RI Ke-77, Nasionalisme dan Prestasi Anak Bangsa

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Most Popular / Trending