Perlindungan Bagi Vanny Rosyane Masih Belum Jelas

KBR68H,Jakarta - Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) belum memutuskan kepastian perlindungan terhadap tersangka Vanny Rosyane meskipun sudah berjalan 2 pekan lalu.

NASIONAL

Kamis, 03 Okt 2013 23:29 WIB

Author

Sasmito

Perlindungan Bagi Vanny Rosyane Masih Belum Jelas

Vanny Rosyane, Narkoba, Freddy Budiman, Penjara, Sabu

KBR68H, Jakarta - Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) belum memutuskan kepastian perlindungan terhadap tersangka Vanny Rosyane meskipun sudah berjalan 2 pekan lalu. Vanny adalah bekas teman dekat gembong narkotika Freddy Budiman yang ditangkap polisi saat mengkonsumsi sabu di sebuah hotel mewah di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Anggota LPSK, Lili Pintauli Siregar mengatakan, lembaganya masih memiliki waktu dua pekan lagi untuk mengambil keputusan perlu tidaknya memberi perlindungan kepada Vanny.

“Belum kita putuskan di LPSK, masih pendalaman di satgas untuk memastikan tentang ancaman dan kasus pidana, lalu proses permohonan yang dia sampaikan. Jadi kita masih koordinasikan dengan instansi terkait. Instansi setempat dimana dia dititipkan. Mungkin bila diperlukan ada kasus dari pihak kepolisian apakah ada tindak lanjut dari kasus dia yang dulu.” ujar Lili kepada KBR68H.

Dua pekan lalu, Vanny sudah meminta perlindungan kepada LPSK usai ditangkap kepolisian lantaran mengkonsumsi narkotika di sebuah hotel di Jakarta. Namun, Vanny mengklaim dijebak. Wakil Menteri Hukum dan HAM Denny Indrayana meminta, LPSK dan Kepolisian melindungi Vanny karena telah membongkar adanya kebobrokan di penjara.

Selain itu, Vanny Rosyanne pada Agustus lalu membongkar adanya fasilitas istimewa, dan dugaan peredaran narkoba di penjara Cipinang. Pemberian fasilitas mewah, dan peredaran narkotika di Cipinang diduga dilakukan oleh terpidana mati kasus narkoba Freddy Budiman di penjara Cipinang. Pengakuan Vanny, membuat Kepala penjara Cipinang dicopot.

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Akibat Pandemi, Angka Kehamilan dan Pernikahan di Jepang Turun

Survive Corona ala Gue

Bias Kognitif Dalam Masyarakat Saat Pandemi

Eps4. Berhitung Plastik pada Kopi Senja

Seribu Jalan Penolak Undang-undang Cipta Kerja