Pendeta Palti: Toleransi di Indonesia Tak Seperti yang Digembar-gemborkan Pemerintah

KBR68H, Jakarta

NASIONAL

Senin, 28 Okt 2013 10:04 WIB

Author

Doddy Rosadi

Pendeta Palti: Toleransi di Indonesia Tak Seperti yang Digembar-gemborkan Pemerintah

toleransi, hkbp filadelfia, sidang dewan gereja dunia

KBR68H, Jakarta – Gereja-gereja di dunia diminta untuk keluar dari kotak dan tidak membiarkan saja apabila terjadi kasus intoleransi yang dialami jemaat gereja di negara lain. Pendeta Palti Panjaitan dari HKBP Filadelfa mengatakan, gereka di dunia seharusnya ikut membantu terciptanya toleransi dan juga perdamaian.

Karena itu, Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) ingin membuka mata gereja-gereja di dunia lain dalam Sidang Dewan Gereja Dunia di Busan Korea, hari ini dengan memutar video intoleransi yang terjadi di Indonesia. Kata Palti, pemutaran video ini merupakan salah satu upaya yang dilakukan PGI untuk memberitahu kepada dunia bahwa toleransi yang terjadi di Indonesia tidak seperti yang digembar-gemborkan oleh pemerintah.

“Video itu kami buat hanya dalam waktu satu hari, isinya tentang intoleransi yang dialami jemaat GKI Yasmin dan HKBP Filadelfia. Melalui Sidang Dewan Gereja Dunia ini, kami berharap gereja dunia ikut membantu terciptanya toleransi dan perdamaian di Indonesia. Gereja itu bukan hanya meminta bantuan kepada jemaatnya tetapi juga memberikan bantuan,”kata Pendeta Palti ketika dihubungi KBR68H, Senin (28/10).

Menurut Palti, pemutaran video tersebut sudah diagendakan pada hari pertama Sidang Dewan Gereja Dunia. Sejumlah perwakilan dari PGI dan juga Sinode di Indonsia juga akan hadir dalam Sidang Dewan Gereja Dunia tersebut.

Pendeta Palti sempat dijadikan tersangka karena dituduh melakukan tindak pidana penganiayaan dan perbuatan tidak menyenangkan terhadap Abdul Aziz. Aziz merupakan seorang warga sekitar gereja yang dinilai tak menyukai pendirian atau pembangunan Gereja HKBP Filadelfia di lingkungannya Desa Jejalen Jaya, Tambun, Bekasi, pada malam Misa Natal 24 Desember 2012. Padahal, pembangunan gereja ini sudah mendapat keputusan hukum yang kuat (Inkracht) dari Pengadilan Negeri Bekasi.

Baca: Video Intoleransi di Indonesia Akan Ditayangkan di Sidang Dewan Gereja Dunia

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Upaya Muslimah Bercadar Kikis Stigma (Bag 1)

Kabar Baru Jam 8

Menyoal Jaminan Kebebasan Warga, Apapun Agamanya

Kabar Baru Jam 10