Menkeu: Wajar ADB Turunkan Prospek Pertumbuhan Asia

KBR68h, Jakarta - Menteri Keuangan Chatib Basri menilai wajar penurunan prospek pertumbuhan ekonomi di Asia yang diungkapkan Bank Pembangunan Asia (ADB). Kata dia, saat ini semua negara merivisi prospek pertumbuhannya.

NASIONAL

Kamis, 03 Okt 2013 13:02 WIB

Author

Khusnul Khotimah

Menkeu: Wajar ADB Turunkan Prospek Pertumbuhan Asia

Menkeu, ADB, Pertumbuhan Asia

KBR68h, Jakarta - Menteri Keuangan Chatib Basri menilai wajar penurunan prospek pertumbuhan ekonomi di Asia yang diungkapkan Bank Pembangunan Asia (ADB). Kata dia, saat ini semua negara merivisi prospek pertumbuhannya.

Meski begitu, dengan mematok Indonesia di angka 5,7 tetap menjadikan Indonesia sebagai negara dengan pertumbuhan tercepat kedua di antara negara-negara yang tergabung dalam G20.

“Angka 5,7 ya, sementara India ditaruh di bawah 5, kemudian Cina turun jadi 7, tetap Indonesia adalah the second fastest growing economy di antara member G20. (berarti target pemerintah untuk tahun ini sudah mempertimbangkan slow down Cina dan India?) Sudah, mudah-mudahan tak lebih lambat lagi,"ujar Menteri Keuangan, Chatib Basri.

Sebelumnya, Bank Pembangunan Asia (ADB) menurunkan prospek pertumbuhan ekonomi di Asia tahun ini dari 6,6 persen menjadi 6 persen. Alasannya karena melemahnya pertumbuhan di Cina dan India serta kemungkinan dampak dari pengurangan stimulus Amerika Serikat.

India dari 6 persen diturunkan menjadi 4,7, Sementara Indonesia dari 6,4 persen menjadi 5,7 persen. Untuk tahun depan, ADB juga menurunkan prospek pertumbuhan di Asia dari yang sebelumnya 6,7 persen menjadi 6,2 persen.

Editor: Suryawijayanti
 

 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Ramadan Kelabu Korban Gempa Malang

Upaya Kurangi Risiko Bencana Iklim

Kabar Baru Jam 7

Kabar Baru Jam 8

Perkara Bukber Tahun ini