Aktivis: Putusan MA Terima PK Pollycarpus Cederai Keadilan

Mahkamah Agung (MA) menerima peninjauan kembali (PK) yang diajukan terpidana pembunuh aktivis HAM Munir Said Thalib, Pollycarpus Budihari Priyanto. Hukuman bekas pilot Garuda Indonesia itu berkurang dari 20 tahun menjadi 14 tahun penjara. Pengabulan PK te

NASIONAL

Minggu, 06 Okt 2013 23:45 WIB

Author

Pebriansyah Ariefana

Aktivis: Putusan MA Terima PK Pollycarpus Cederai Keadilan

Aktivis, Putusan MA, Pollycarpus, Cederai Keadilan

KBR68H, Jakarta - Mahkamah Agung (MA) menerima peninjauan kembali (PK) yang diajukan terpidana pembunuh aktivis HAM Munir Said Thalib, Pollycarpus Budihari Priyanto. Hukuman bekas pilot Garuda Indonesia itu berkurang dari 20 tahun menjadi 14 tahun penjara. Pengabulan PK tersebut dilansir dalam Situs Mahkamah Agung.

Sebelumnya, Pollycarpus mengajukan PK atas putusan PK yang diajukan Kejaksaan Agung. Ada 5 Hakim yang memutus PK itu. Mereka adalah Sofyan Sitompul, Dudu D Machmudin, Sri Murwahyuni, Salman Luthan, dan Zaharuddin Utama. Keputusan itu mereka kabulkan pada 2 Oktober kemarin.

Terkait putusan ini, Ketua Tim Legal Komite Solidaritas untuk Munir (KASUM), Choirul Anam menilai pengabulan PK di atas PK pembunuh aktivis HAM Munir Sait Thalib, Pollycarpus Budhihari Priyanto menimbulkan ketidakpastian hukum. Kata dia, putusan ini tak lazim, sebab PK sebagai upaya hukum terakhir hanya berlaku untuk kasasi.

"Secara substansi, ini adalah cedera bagi rasa keadilan kita semua. Karena secara faktual, keterlibatan Pollycarpus dalam pembunuhan ini sangat kentara. Tak bisa terbantahkan. Bahwa PKnya Pollycarpus saat ini hanya mengurangi hukuman, ini juga tidak pas. Karena, putusan ini berdasarkan putusan PN Jakarta Pusat yang menghukum Pollycarpus 14 tahun," kata Choirul Anam kepada KBR68H.

Ketua Tim Legal Komite Solidaritas untuk Munir (KASUM), Choirul Anam menambahkan, masih menunggu salinan putusan resmi pengabulan PK Pollycarpus untuk mengambil langkah hukum berikutnya.

Sebelumnya, Pollycarpus dihukum 20 tahun penjara setelah MA mengabulkan PK Kejaksaan Agung. Akan tetapi bekas pilot Garuda ini mengajukan PK atas putusan tersebut, dan diterima MA.

Munir Said Thalib adalah aktivis HAM yang tewas dalam penerbangan ke Belanda pada 2004 lalu. Beberapa orang sudah ditetapkan sebagai tersangka, salah satunya pilot Garuda Pollycarpus Budihari Priyanto yang divonis 20 tahun penjara pada 2008 lalu. Sementara tersangka lain, yaitu pejabat BIN Muchdi PR dibebaskan pengadilan.

Editor: Anto Sidharta

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Pilkada Serentak Diwarnai Calon Tunggal