AJI Indonesia: Mau Dibawa Kemanakah Forum Pemred?

KBR68H, Jakarta - Aliansi Jurnalis Independen (AJI) kembali meminta Forum Pemred untuk memperjelas status organisasinya.

NASIONAL

Minggu, 20 Okt 2013 13:36 WIB

Author

Dimas Rizky

AJI Indonesia: Mau Dibawa Kemanakah Forum Pemred?

forum pemred, pemimpin redaksi, aliansi jurnalis, independen, wartawan

KBR68H, Jakarta - Aliansi Jurnalis Independen (AJI) kembali meminta Forum Pemred untuk memperjelas status organisasinya. Forum para pemimpin redaksi media itu bakal menggelar acara mereka yang kedua pada Desember mendatang, setelah acara pertama di Bali menuai banyak protes.

Ketua AJI Eko Maryadi mengatakan, status itu diperlukan agar masyarakat tak tertipu dengan maksud dan tujuan dibentuknya Forum Pemred. Misalnya soal status independen yang bebas dari kepentingan politik.

"Forum Pemred ini kapasitasnya apa? Apakah mewakili perusahaan media, atau mewakili profesinya sebagai pimred? Kalau mewakili perusahaan, saya kira yang harus didorong adalah upaya untuk mensejahterakan wartawan, meningkatkan standar etika dan profesionalisme. Kalau masuk ranah politik seperti yang diduga banyak orang, itu jadi berlebihan. Problematik ya. Karena media semestinya bisa berada diatas semua pihak dan golongan. Kalau dia berpihak pada salah satu partai politik, dia menjadi media partisan," ujarnya saat dihubungi KBR68H.

Ketua AJI Eko Maryadi menambahkan, Forum Pemred seharusnya juga transparan terhadap dana yang digunakan, baik dari perusahaan media, BUMN, dan donator lainnya. Hal ini kata dia semata-mata untuk menjamin forum pemred bebas kepentingan.

Forum Pemred bakal menggelar acara Kongres Kebangsaaan Desember mendatang. Kongres itu nantinya bakal menghadirkan semua pemimpin partai, para pimpinan lembaga negara, gubernur, dan bupati seluruh Indonesia. Mereka akan membahas soal pekerjaan rumah pasca 15 tahun reformasi.


Editor: Rony Rahmatha

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Tim Teknis Pengungkapan Kasus Novel Dinilai Belum Ungkap Apapun