Bagikan:

Terdampak Kenaikan BBM, Ini Tiga Kebijakan Kemenparekraf

Mendorong wisata minat khusus yang berpotensi mengurangi konsumsi BBM baik secara langsung maupun tidak langsung

NASIONAL

Senin, 12 Sep 2022 17:54 WIB

Terdampak Kenaikan BBM, Ini Tiga Kebijakan Kemenparekraf

Pembukaan pesta kesenian Bali, di Taman Budaya Denpasar. Minggu (22/06/12). Foto: Antara/Fikri

KBR, Jakarta- Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno mengatakan, berdasarkan evaluasi awal pemerintah, kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi berpengaruh signifikan pada industri pariwisata dan ekonomi kreatif, yang baru kembali bergeliat.

Menurutnya aktivitas pariwisata identik dengan mobilitas sehingga kebutuhan energi akan terus ada mengikuti kebutuhan pasar. Untuk itu kata dia, Kemenparekraf mengeluarkan tiga kebijakan menyikapi kenaikan harga BBM agar pelaku pariwisata bisa terus bergerak.

"Pertama, bantuan bimbingan teknis dan pendampingan agar pelaku usaha pariwisata dan ekonomi kreatif di level kecil dan mikro bisa mengelola pembiayaannya, mengelola biaya operasionalnya lebih baik," kata Sandi pada acara The Weekly Brief with Sandi Uno (12/9/22)

Kebijakan ke-dua kata dia, mendorong wisata minat khusus yang berpotensi mengurangi konsumsi BBM baik secara langsung maupun tidak langsung, seperti sport tourism, wisata lari, marathon, trail run, wisata gowes dan lain sebagainya.

Baca juga:

BBM Subsidi Naik, Sandiaga: Wisatawan Turun 25 Persen

Kenaikan BBM Berdampak Pada UMKM, Ini Kata Menparekraf

Kemudian kebijakan ketiga yakni terkait kegiatan jangka panjang, di mana industri pariwisata dan ekonomi kreatif harus mulai beralih secara konsisten ke pengembangan sumber energi baru dan terbarukan. Dengan ketiga kebijakan tersebut, Sandi berharap sektor wisata terutama pariwisata domestik maupun produk ekonomi kreatif, mampu beradaptasi dengan adanya peningkatan harga BBM itu.

"Bagaimana mereka mengurangi penggunaan dari energi fosil yang sekarang harganya meningkat tapi mulai menggunakan energi surya, energi listrik, maupun energi sumber daya bayu yang banyak ditemui di destinasi wisata," tambahnya.

Menparekraf Sandiaga Uno menyampaikan, hotel berbintang yang menjadi preferensi segmen menengah ke atas juga memiliki resiko terimbas kenaikan BBM, meskipun lebih rendah dibanding dengan hotel-hotel strata menengah dan menengah ke bawah. Sandi memprediksi hotel non bintang dan akomodasi lainnya akan mengalami penurunan sebesar 5 persen, imbas dari kenaikan BBM.

"BPS mencatat bahwa dari 700 ribu akomodasi terdiri dari hotel bintang, non bintang dan akomodasi lainnya, bahwa akomodasi ini memiliki rata-rata tingkat hunian sebesar hampir 40 persen. Ini berbanding terbalik yang hotel berbintang lebih tinggi dibandingkan hotel non bintang. Karena itulah yang digunakan oleh masyarakat banyak dan kenaikan BBM kali ini wisatawan yang tetap memiliki daya beli berwisata akan lebih menekan pengeluarannya saat berwisata. Itu kira-kira jumlahnya sekitar 10 persen," kata Sandi.

Editor:Dwi Reinjani

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Upaya Polri Meningkatkan Kembali Kepercayaan Publik

Most Popular / Trending