Bagikan:

Satgas: Pandemi COVID-19 Stabil, Tapi Waspadai Angka Kematian

Meskipun sempat ada kenaikan kasus di bulan Agustus, namun angkanya tidak signifikan. Namun yang perlu diperhatikan adalah angka kematian jumlahnya cukup banyak.

NASIONAL

Kamis, 22 Sep 2022 19:59 WIB

COVID-19

Ilustrasi. Ruang isolasi pasien COVID-19. (Foto: antaranews)

KBR, Jakarta - Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito menyebut, kondisi pandemi di Indonesia sudah stabil sejak puncak terakhir pada Maret 2022 akibat varian Omicron.

Ia mengatakan, meskipun sempat ada kenaikan kasus di bulan Agustus, namun angkanya tidak signifikan. Namun yang perlu diperhatikan adalah angka kematian jumlahnya cukup banyak.

"Kasus aktif dan positivity rate juga terus mengalami penurunan, dengan BOR nasional yang stabil di angka 5 persen. Kematian yang masih perlu untuk segera ditekan semaksimal mungkin, karena saat ini masih mencatatkan lebih dari 100 kematian dalam 1 minggu. Angka tersebut terbilang cukup banyak karena kematian tidak hanya sekedar angka namun berarti nyawa," kata Wiku dalam keterangan pers, Kamis (22/9/2022).

Wiku mengatakan, kesiapan dalam mengakhiri pandemi dan memulai transisi ke endemi perlu didukung kuat dari kesadaran masyarakat dan kesiapan pemerintah masing-masing daerah.

Dilanjutkannya, kesadaran masyarakat untuk melindungi dirinya dan orang lain dapat terefleksi dari cakupan vaksinasi COVID-19 khususnya dosis ketiga. Namun sayangnya kenaikan angka cakupan vaksin booster belum signifikan meskipun sudah diberlakukan penegakan aturan wajib booster untuk bepergian dan memasuki tempat umum.

Baca juga:

- Pandemi Covid-19 Berakhir? Jokowi: Tak Usah Tergesa-gesa
- Jelang Mudik 2022, Menkes: 99,2 Persen Masyarakat Punya Antibodi Covid-19

Wiku mengatakan, sejak diberlakukan program booster pada awal tahun, saat ini cakupannya baru sebesar 26 persen saja.

Ia menjelaskan, pengaturan wajib booster yang dikeluarkan 26 Agustus 2022 juga belum mampu menaikkan cakupan vaksin booster secara signifikan. Hal ini ditandai dari kenaikan cakupan vaksin booster yang kurang dari 1 persen.

"Kesimpulannya, kita perlu berhati-hati dalam memaknai akhir pandemi. Kita perlu melihat perspektif yang lebih luas dan dalam lagi, dari aspek kesiapan seluruh lapisan masyarakat dan pemerintahnya untuk bersama-sama bertanggung jawab mencegah terjadinya kenaikan kasus di kemudian hari," imbuhnya.

Sementara itu, kasus harian positif COVID-19 di Tanah Air masih terus bertambah. Ada 2.162 orang yang dilaporkan terpapar Covid-19 pada Kamis (22/9/2022).
Penambahan tersebut juga terjadi pada pasien sembuh dan dinyatakan negatif virus Corona.

Berdasarkan laporan Satgas Penanganan COVID-19, ada 4.051 orang yang sembuh dari Covid-19 pada hari ini. Sehingga mereka yang dinyatakan terbebas dari COVID-19 telah mencapai 6.236.021 jiwa.

Sementara itu, pasien meninggal dunia akibat terpapar COVID-19 juga masih terus mengalami kenaikan. Satgas COVID-19 melaporkan, total akumulatif kasus kematian akibat COVID-19 di Indonesia hingga kini mencapai 157.966 jiwa.

Kenaikan tersebut terjadi setelah ada penambahan 18 pasien meninggal pada hari ini.

Editor: Fadli Gaper

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Urgensi Reformasi Polri

Most Popular / Trending