Bagikan:

Presiden Jokowi Siap Hadiri Muktamar Muhammadiyah dan Aisyiyah

Melalui akun Twitter-nya pada Jumat (16/9/2022), Jokowi menyatakan pula kesiapannya hadir di Muktamar Muhammadiyah dan Aisyiyah.

NASIONAL

Jumat, 16 Sep 2022 20:33 WIB

Author

Maria Katrina

Muhammadiyah

Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nasir memberi keterangan kepada pers di Istana Kepresidenan Jakarta (16/9/2022). (Foto: ANTARA/Desca Lidya Natalia)

KBR, Jakarta - Presiden Joko Widodo menyatakan telah menerima undangan dari sejumlah Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah dan PP Aisyiyah untuk hadir pada Muktamar ke-48 di Surakarta, Jawa Tengah.

Melalui akun Twitter-nya pada Jumat (16/9/2022), Jokowi menyatakan pula kesiapannya hadir di Muktamar Muhammadiyah dan Aisyiyah.

"Menerima Pimpinan Pusat Muhammadiyah di Istana Merdeka, siang ini. Muktamar Muhammadiyah dan Aisyiyah ke-48 akan diselenggarakan pada bulan November 2022 di Surakarta. Insya Allah, jika tak ada aral melintang, saya akan hadir," begitu tulis Kepala Negara.

Menggunakan Teknologi

Sebelumnya, Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Jumat (16/9/2022) menyatakan, Presiden Jokowi bakal membuka muktamar.

"Kami atas nama Pimpinan Pusat Muhammadiyah, pimpinan pusat Aisyiyah, dan panitia menyampaikan terima kasih atas kesediaan Bapak Presiden untuk hadir dan membuka Muktamar nanti," tutur Haedar.

Ia juga menyampaikan agenda Muktamar Muhammadiyah setelah diundur dua tahun karena pandemi COVID-19. Muktamar akan diawali terlebih dahulu oleh Sidang Tanwir.

"Kita laksanakan pada 18 sampai 20 November, tetapi pembukaannya pada 19 November. Tanggal 18-nya ada Tanwir itu Sidang Pra-Muktamar di bawah Muktamar. Dibagi dua sebenarnya, karena diringkas, ada sidang pendahuluan untuk membahas materi tanggal 5 dan 6 November," jelasnya.

Baca juga:

- Remisi bagi Koruptor, PP Muhammadiyah Minta Pemerintah Tinjau Ulang

- Penaikan BBM, PP Muhammadiyah: Buat Rakyat Makin Melarat

Haedar menjelaskan muktamar akan dilaksanakan secara tatap muka dan dihadiri sekitar 7.000 peserta Muktamar Muhammadiyah dan Aisyiyah di Universitas Muhammadiyah Surakarta. Pelaksanaan muktamar dipastikan akan menerapkan disiplin protokol kesehatan COVID-19.

"Dihadiri juga oleh penggembira yaitu masyarakat warga Muhammadiyah yang ikut pembukaan dan sebagainya, sekitar 2 juta warga, semuanya mengikuti protokol kesehatan," tukasnya.

Sementara itu, Ketua Umum PP Aisyiyah, Siti Noordjannah Djohantini mengatakan, muktamar akan menyajikan pedoman risalah perempuan berkemajuan. Akan hadiri 3.500 peserta Aisyiyah.

Selain itu, Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Abdul Mu'ti pun menjelaskan, terdapat hal baru dalam Muktamar Muhammadiyah dan Aisyiyah ini, yaitu sidang pendahuluan pembukaan dilaksanakan secara hybrid dan pemilihan pimpinan secara voting digital.

Menurut Abdul, hal ini menunjukkan Muhammadiyah sebagai gerakan Islam yang maju dan memanfaatkan teknologi informasi terkini.

Editor: Fadli Gaper

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Inhalasi Hidrogen dan Dampak Kesehatannya

Menyoal Kekhawatiran Komersialisasi Pendidikan

Pengesahan RUU PDP dan Perkara Pembatasan Pertalite

KPK Tetapkan Hakim Agung MA Tersangka Suap

Kabar Baru Jam 20

Most Popular / Trending