Bagikan:

Pertemuan Mentan G20 Bahas 3 Prioritas Pangan

"Pangan adalah human rights, tidak boleh ada negara yang memborder kepentingan-kepentingan kemanusiaan apalagi kelaparan untuk intervensi pangan bagi kehidupan,"

NASIONAL

Rabu, 28 Sep 2022 11:13 WIB

G20

Mentan Syahrul Yasin Limpo sambutan membuka pertemuan tingkat menteri G20 di Bali, Rabu (28/9/22). (Kementan)

KBR, Jakarta- Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo mengatakan, ada tiga isu prioritas terkait pangan dan pertanian yang akan didiskusikan dalam pertemuan tingkat menteri negara-negara G20. Syahrul menyebut, tiga isu prioritas ini adalah hasil diskusi dalam serangkaian pertemuan kelompok kerja pertanian dan pertemuan bilateral, sebelum momentum pertemuan tingkat menteri pada  Rabu (28/9) ini di Bali.

"Saya ingin mengundang yang mulia para menteri dan ketua delegasi dari para negara anggota negara undangan dan organisasi internasional, untuk memberikan pandangannya terhadap tiga isu prioritas tersebut. Yaitu yang pertama mempromosikan sistem pertanian dan pangan yang tangguh dan berkelanjutan. Ini kesepakatan dari beberapa pertemuan yang telah dilewati sebelum sesi ini," kata Syahrul dalam sambutan membuka pertemuan tingkat menteri G20 di Bali, Rabu (28/9/2022).

Syahrul menambahkan, isu prioritas yang kedua adalah mempromosikan perdagangan pertanian yang terbuka, adil, dapat diprediksi, transparan dan nondiskriminatif, untuk memastikan ketersediaan dan keterjangkauan pangan untuk semua.

"Dan ketiga, isu yang perlu kita banyak bicarakan dan mengambil kebijakan adalah kewirausahaan pertanian inovatif melalui pertanian digital, untuk meningkatkan penghidupan petani di tingkat pedesaan," imbuhnya.

Baca juga:

Syahrul berharap, hasil diskusi yang sudah dilakukan secara bertingkat ini dapat menjadi rumusan konsep yang lebih berkualitas dalam pertemuan di tingkat paling tinggi hari ini."Pangan adalah human rights, tidak boleh ada negara yang memborder kepentingan-kepentingan kemanusiaan apalagi kelaparan untuk intervensi pangan bagi kehidupan," pungkasnya.


Editor: Rony Sitanggang

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Upaya Pemerintah Mengatasi KLB Polio