Penting! Literasi Finansial sejak Kanak-Kanak

Keterampilan mengelola keuangan harus diajarkan sejak usia anak

Senin, 12 September 2022

KBR, Jakarta - Institut Pendidikan Universitas London mengkategorikan literasi finansial sebagai keterampilan hidup dasar (basic life skill) yang sama pentingnya dengan kemampuan memasak. Karenanya, penting banget literasi finansial diajarkan sejak dini.

Menurut Financial Planner Dian Savitri, literasi finansial sejak anak-anak krusial banget perannya, agar ketika dewasa mereka tidak gagap saat harus mengelola uang.

“Ngajarin literasi keuangan itu ga instan, kalau misalkan ga dilatih dari semenjak kecil ketika dia udah megang uang sendiri mereka itu akan gagap,” terang Dian.

Banyak cara untuk menanamkan literasi finansial ke si kecil. Dian memberi contoh, untuk usia TK bisa dikenalkan dengan jenis-jenis uang terlebih dahulu agar anak-anak bisa membedakan bentuk dan warnanya.

“Kita ajarkan ada besar ada kecil, kalau mau mengenalkan secara morfologinya mungkin anaknya sudah bisa ngebedain warna, sudah bisa ngebedain angka,” katanya.

Tahapan selanjutnya adalah mulai mengajarkan tanggung jawab. Di awal-awal orang tua menerapkan ‘uang saku day’, satu hari dalam seminggu.

“Misalkan di hari Jumat uang saku day, biasanya sekalian ngasih infak. Di sana udah mulai bisa ngebedain berapa banyak untuk kasih ke infak berapa yang boleh dihabisin,” ujar Dian.

Baca juga:

Pantang Boncos di Era Normal Baru

Alternatif Menabung dengan Arisan, Waspadai Risikonya!

Dian Savitri menyebut literasi finansial pada anak bisa dimulai sejak usia TK. (Dok: Pribadi)

Tingkat tantangan pengelolaan uang meningkat seiring bertambahnya usia. Jika di jenjang SD anak-anak biasa diberikan uang saku di interval yang pendek, ketika SMP, mereka bisa mulai dipercaya mengelola keuangan secara mingguan.

Gunakan juga teknologi seperti dompet digital (e-wallet) untuk memudahkan tracking pengeluaran anak.

“Kalau mau ngebagi dua yang sebagian uang cash yang dikasih per hari bisa. Kemudian yang satu minggu sekali dikasih dalam bentuk digital juga bisa, tentukan kesepakatannya sama anak,” ucapnya.

Hal terpenting dalam mengajarkan finansial pada anak menurut Dian adalah membangun bonding dan kepercayaan antara anak dan orang tua dengan berkomunikasi yang tepat. Selain itu, orang tua juga harus memiliki prinsip children see, children do artinya anak-anak akan meniru orang tuanya. Maka dari itu, saat mengajarkan literasi finansial orang tua harus konsisten dan tidak plin-plan juga dalam mengelola keuangan.

“Harus sabar, konsisten, dan kalau pengin anak kita cakap dalam mengelola keuangan yuk dimulai dari diri kita sendiri dulu. Tunjukkan sama anak kalau kita itu selalu bijak dalam menyikapi uang misalnya yang ga berfoya-foya, ga berlebihan, ingat masa depan yang penuh ketidakpastian,” ujar Dian.

Dengarkan episode soal literasi finansial untuk anak bersama Certified Financial Planner dan Founder investingmom.id Dian Savitri di Uang Bicara episode Penting! Literasi Finansial sejak Kanak-Kanak di KBR Prime, Spotify, Google Podcast, dan platform mendengarkan podcast lainnya.