Bagikan:

Mendikbudristek Punya Shadow Organization, Pengamat: Bubarkan

"Ini publik Indonesia enggak pernah tahu dia melakukan hal ini, tapi dia ngomongnya di forum internasional,"

NASIONAL

Senin, 26 Sep 2022 06:29 WIB

shadow organization

Shadow Organization, Nadiem Makarim saat di forum PBB bertajuk 'Transforming Education Summit', Newyork, Sabtu (17/9). (Medsos Nadiem)

KBR, Jakarta- Pengamat Pendidikan dari Vox Populi Institut, Indra Charismiadji meminta Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) Nadiem Anwar Makarim membubarkan tim bayangan yang dibentuknya. Dia menilai keberadaan tim bayangan itu merusak tatanan. 

"Karena merusak tatanan, SOTK (Susunan Organisasi Tata Kerja), dan lain sebagainya. Hentikan dulu. Kemudian yang harus dibuat oleh Mendikbud Ristek sebetulnya buat lah cetak birunya. Sebetulnya yang mau dia bangun itu apa sih? Konsep yang dia miliki, katakanlah Merdeka Belajar. Merdeka Belajar yang utuh itu kayak apa? Kan kita enggak pernah tahu. Sebetulnya yang mau dibangun selama masa kerja dia itu apa? Nah dari situ kan kita tahu. Oh berarti kebutuhan kita begini, butuh SDM yang seperti ini, ini, ini. Dan itu banyak cara yang bisa diambil," ujar Indra saat dihubungi KBR, Minggu (25/09/22).

Pengamat Pendidikan dari Vox Populi Institut, Indra Charismiadji, menjelaskan pembubaran tim bayangan merupakan langkah paling strategis yang bisa diambil saat ini. Sebab selama ini, Menteri Nadiem pun tak pernah mengungkapkan latar belakang pembentukan tim bayangan bayangan.

Belajar dari ini, Indra menekankan Mendikbud Ristek harus terbuka dalam konteks apapun. Termasuk soal hubungan mitra kerja antara Kementerian dan pihak luar dalam proses pencapaian strategi yang ditetapkan pemerintah.

"Yang kita serba bingung, ini enggak pernah dijelaskan ke publik. Ini kan bukan perusahaannya dia (Menteri). Ini kan adalah Kementerian, urusan publik. Harusnya apapun yang dia lakukan, ada pertanggungjawabannya ke publik. Ini publik Indonesia enggak pernah tahu dia melakukan hal ini, tapi dia ngomongnya di forum internasional," ucapnya.

Dibanding merekrut SDM baru dalam jumlah yang banyak untuk membantu kelancaran program yang dibentuknya, menurut Indra, Menteri seharusnya bertugas untuk memberdayakan SDM di dalam negeri terlebih dulu.

"Dia punya tugas membangun SDM Indonesia loh. Itu tugas utamanya dia, membangun pendidikan. Apa yang sudah dicapai? Apalagi dengan pola-pola seperti ini. Ini kan berpotensi melanggar Undang-Undang ASN. Berpotensi melanggar SOTK, itu kan ada Perpresnya juga. Berpotensi juga ini kena Undang-Undang Tipikor. Kalau ternyata orang-orang tersebut berhubungan dengan beliau, organisasi tertentu, lembaga tertentu, kan ada potensi ke sana," ucapnya.

Baca juga:

- Rapor Merah Nadiem, Revisi UU Sisdiknas Minim Partisipasi Publik

- Kemendikbud dan Kemenag Susun Kurikulum Moderasi Beragama, Apa Itu?

Sebelumnyaa  Mendikbud Ristek Nadiem Makarim di forum internasional Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), menyebutkan memiliki team bayangan yang terdiri dari 400 orang.  

"Kami sekarang memiliki 400 orang product manager, software engineer, dan data scientist yang bekerja sebagai shadow organization (organisasi bayangan) yang bekerja sebagai tim yang melekat untuk Kementerian. Tim yang beranggotakan 400 orang bukanlah vendor untuk Kementerian. Setiap product manager dan ketua tim posisinya hampir setara dengan Direktur Jenderal yang beberapa di antaranya hadir di sini,” kata Nadiem saat di forum PBB bertajuk 'Transforming Education Summit', Newyork, Sabtu (17/9).

Editor: Rony Sitanggang

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Menyongsong Terbitnya Rupiah Digital

Episode 4: Relasi Kuasa: Akar Kekerasan & Pengaturannya Dalam UU TPKS

Kabar Baru Jam 7

Bagaimana Stok dan Stabilitas Harga Pangan Jelang Nataru?

Kabar Baru Jam 8

Most Popular / Trending