Bagikan:

Kenaikan BBM, Luhut: Kita Hitung Dengan Cermat

Kenaikan harga BBM tidak berkaitan dengan isu politik murni untuk kemajuan negara

NASIONAL

Kamis, 01 Sep 2022 16:57 WIB

Kenaikan BBM, Luhut: Kita Hitung Dengan Cermat

Antrean panjang pengendara motor di SPBU Suprapto, Surabaya akibat adanya rencana kenaikan harga BBM bersubsidi. (31/08/2022). Foto: Antara/Didik

KBR, Banyuwangi- Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan, memastikan harga BBM akan naik dalam beberapa waktu ke depan dan diumumkan langsung Presiden Joko Widodo.

Menurutnya, kenaikan harga BBM sudah melalui pengkajian dan penghitungan yang matang. Untuk itu, masyarakat diminta tenang dan dapat menerima kebijakan pemerintah.

“Soal bocoran tanya presiden tapi dari hitung- hitunganya kita hitung dengan cermat tentu ada waktunya nanti. Kalau kita biarkan terus kan tidak bagus tapi presiden memerintahkan kami untuk cermat supaya rakyat- rakyat itu kalau harus menerima nanti bantuan langsung dan tepat sasaran,” ujar Luhut, Kamis (01/09/2022)

Menkomarves Luhut Binsar Panjaitan menambahkan, persoalan naiknya harga BBM ini murni untuk menstabilkan perekonomian agar APBN tidak tertekan. Ia juga menegaskan kenaikan BBM tidak berkaitan dengan isu politik apapun.

"Ini pure buat Indonesia lebih hebat, dan lebih baik kedepannya," ujar Luhut.

Baca juga:

Tinjau Penyaluran BLT BBM, Jokowi: Daya Beli Lebih Baik

Pembeli BBM di Rembang Antre hingga ke Jalan Raya

Beberapa pekan ke belakang rencana kenaikan harga BBM sudah menyeruak. Bahkan hampir disetiap kegiatan presiden dan jajaran menyebut alokasi subsidi BBM sudah sangat tinggi, mencapai Rp 502 triliun atau naik tiga kali lipat dari tahun sebelumnya.

Selain menaikan harga BBM, pemerintah sempat menyebut opsi lain seperti membatasi penggunaan Pertalite dan Solar agar lebih tepat sasaran. Namun pembatasan itu urung dilakukan dan masih menunggu regulasi yang digodok bersama PT Pertamina.

Akibat isu kenaikan BBM itu, antrean panjang masyarakat di SPBU sejumlah wilayah mengular. Seperti di Bogor, Bandung, DKI Jakarta dan Rembang. Antrean tersebut bahkan terjadi sejak Rabu 31 Agustus malam. Masyarakat khawatir BBM bersubsidi seperti Pertalite akan melonjak dari harga awal Rp 7.500an.

Editor: Dwi Reinjani

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Menyongsong Terbitnya Rupiah Digital

Episode 4: Relasi Kuasa: Akar Kekerasan & Pengaturannya Dalam UU TPKS

Kabar Baru Jam 7

Kabar Baru Jam 8

Mendorong Vaksinasi Booster untuk Antisipasi Kenaikan Kasus Covid-19 di Akhir Tahun