Bagikan:

Dugaan Korupsi Gubernur Papua, KPK Dalami Transaksi Ratusan Miliar

"Ratusan miliar transaksi mencurigakan yang ditemukan PPATK. Itu kami dalami semua,"

NASIONAL

Senin, 19 Sep 2022 17:55 WIB

Author

Muthia Kusuma

DUgaan korupsi Gubernur Papua

Dugaan korupsi Gubernur Papua, Waka KPK Alexander Marwata konperensi pers bersama di Kantor Kemenkopolhukam, Jakarta, Senin (19/9/22). (Antara/Indrianto)

KBR, Jakarta-  Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) meminta Gubernur Papua Lukas Enembe kooperatif dalam penyidikan kasus dugaan penerimaan gratifikasi senilai Rp1 miliar. Wakil Ketua KPK, Alexander Marwata mengatakan, Lukas telah dipanggil pada Senin, (12/9/2022) di Mako Brimob Polda Papua. Namun Lukas hanya mengutus kuasa hukumnya untuk menghadiri panggilan itu lantaran sakit.

"Bahwa dalam proses penyelidikan, baru Rp1 miliar itu yang bisa kami lakukan klarifikasi terhadap saksi maupun dokumen. Tetapi perkara yang lain itu juga masih kami kembangkan, tadi pak Ivan menyampaikan, ratusan miliar transaksi mencurigakan yang ditemukan PPATK. Itu kami dalami semua, jadi tidak benar hanya Rp1 miliar," ucap Alex dalam konferensi pers di Gedung Kemenko Polhukam, Jakarta, Senin (19/9)

Wakil Ketua KPK, Alexander Marwata meminta Lukas Enembe membuktikan sumber uang yang ditemukan oleh Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi (PPATK). Ia memastikan Enembe akan diberikan hak-hak sesuai konstitusi untuk memperoleh pembelaan hukum pada proses pemeriksaan maupun peradilan.

Baca juga:

Dalam temuannya, PPATK mengungkap ada transaksi setoran tunai maupun melalui pihak lain. Kata Ketua PPATK Ivan Yustiavandana, angkanya bervariasi dari satu miliaran sampai ratusan miliar.

"Terkait transaksi setoran tunai yang bersangkutan di kasino judi senilai 55 juta dolar atau Rp560 miliar, itu setoran tunai dilakukan, dalam periode tertentu," kata Ketua PPATK Ivan Yustiavandana dalam konferensi pers di Gedung Kemenko Polhukam, Jakarta, Senin (19/9).

Bahkan, kata Ivan, ada transaksi periode pendek setoran tunai dengan nilai fantastik mencapai 5 juta Dolar.


Editor: Rony Sitanggang

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Inhalasi Hidrogen dan Dampak Kesehatannya

Menyoal Kekhawatiran Komersialisasi Pendidikan

Pengesahan RUU PDP dan Perkara Pembatasan Pertalite

KPK Tetapkan Hakim Agung MA Tersangka Suap

Kabar Baru Jam 20

Most Popular / Trending