Bagikan:

BNPB Ajak Laporkan Kejadian PMK Melalui InaRISK

"Jadi nanti di InaRISK ada laporan kejadian di mana masyarakat juga bisa ikut berkontribusi dalam melakukan pemantauan, pencegahan, dan penanganan PMK ini, dan setelah lapor tentunya bisa menjadi masu

NASIONAL

Jumat, 09 Sep 2022 19:07 WIB

PMK

Analis Kebijakan Ahli Muda Direktorat Kesiapsiagaan BNPB, Iis Yulianti saat memaparkan InaRISK (9/9/2022). (Foto: Tangkapan layar BNPB Indonesia)

KBR, Jakarta - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) meminta masyarakat dan mahasiswa untuk ikut berperan dalam upaya pengendalian wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) di Indonesia.

Analis Kebijakan Ahli Muda Direktorat Kesiapsiagaan BNPB, Iis Yulianti mengatakan, mahasiswa dan masyarakat dapat berperan dalam pengendalian PMK dengan melaporkan kejadian PMK melalui aplikasi InaRISK.

Secara gambaran umum, InaRISK (web) adalah portal hasil kajian risiko yang menggambarkan cakupan wilayah ancaman bencana, populasi terdapak, potensi kerugian fisik, ekonomi, dan potensi kerusakan lingkungan. InaRISK, ujar Iis, terintegrasi dengan berbagai data dan informasi untuk pelaksanaan kegiatan pengurangan risiko bencana.

Sedangkan InaRISK Personal (Apps) adalah sebuah tools/aplikasi berbasis smartphone untuk memberikan informasi ancaman bencana di suatu lokasi berdasarkan hasil kajian risiko bencana yang dilengkapi dengan edukasi untuk upaya antisipasinya.

"Jadi nanti di InaRISK ada laporan kejadian di mana masyarakat juga bisa ikut berkontribusi dalam melakukan pemantauan, pencegahan, dan penanganan PMK ini, dan setelah lapor tentunya bisa menjadi masukan rekomendasi pihak-pihak terkait dengan penanganan PMK. Kedua bagaimana melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat khususnya masyarakat peternak pedagang," kata Iis Yulianti dalam webinar bertajuk "Peran dan Fungsi Mahasiswa serta Masyarakat Umum dalam Mengendalikan PMK di Indonesia" yang diselenggarakan secara daring melalui akun Youtube BNPB Indonesia, pada Jumat (9/9/2022).

Iis menambahkan, peran masyarakat dan mahasiswa sangat penting apalagi bagi mereka yang tinggal di sekitar lokasi kejadian PMK.

Baca juga:

- Wabah PMK, DPR Soroti Ganti Rugi

- Wabah PMK, Ombudsman: Badan Karantina Gagal

Ia menjelaskan, BNPB juga mengerahkan fasilitator PMK yang berasal dari masyarakat sekitar atau warga lokal agar secara psikologis dapat memudahkan untuk melakukan sosialisasi dan edukasi kepada peternak.

"Bisa melakukan mapping di mana sajakah spot-spot peternak yang sebarannya banyak yang diperlukan intervensi yang lebih intens. Terus juga bagaimana masyarakat dan mahasiswa ini, ataupun mahasiswa tentunya perguruan tinggi itu melakukan kajian-kajian yang berkorelasi terhadap penyakit mulut dan kuku," imbuhnya.

Editor: Fadli Gaper

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Menyongsong Terbitnya Rupiah Digital

Episode 4: Relasi Kuasa: Akar Kekerasan & Pengaturannya Dalam UU TPKS

Kabar Baru Jam 7

Bagaimana Stok dan Stabilitas Harga Pangan Jelang Nataru?

Kabar Baru Jam 8

Most Popular / Trending