Wapres Dorong PTM Terbatas Tingkat Universitas

"Pemerintah mendorong dilakukan pembelajaran tatap muka terbatas di tingkat perguruan tinggi, terutama di wilayah pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level satu sampai tiga"

BERITA | NASIONAL

Senin, 06 Sep 2021 15:22 WIB

Wapres Dorong PTM Terbatas Tingkat Universitas

Wapres Maruf Amin

KBR, Jakarta - Wakil Presiden Ma'ruf Amin mendorong pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas di tingkat perguruan tinggi. Dorongan tersebut, kata dia, sejalan dengan penurunan kasus covid-19 secara nasional.

"Seiring menurunnya kasus covid-19, Pemerintah mendorong untuk dilakukan pembelajaran tatap muka terbatas di tingkat perguruan tinggi, terutama di wilayah pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level satu sampai tiga, dengan menerapkan protokol kesehatan ketat," ucap Ma'ruf dalam Sidang Terbuka Senat Universitas Islam Malang (Unisma) secara daring, Senin (6/9/2021).

Wapres mengatakan, krisis pandemi covid-19 harus dihadapi dengan melakukan adaptasi kebiasaan normal baru dan tetap beraktivitas sesuai protokol kesehatan. Ia meminta setiap masyarakat tetap bekerja, sehat dan produktif.

Ia juga meminta seluruh elemen yang beraktivitas di kampus mengikuti program vaksinasi covid-19.

Baca: 25 Ribu Siswa se-Lhokseumawe Ikuti PTM Terbatas

Menurutnya, program vaksinasi harus didukung segenap insan perguruan tinggi, sebagai upaya memutus rantai penyebaran dengan membentuk kekebalan komunal atau herd immunity.

Sabtu pekan lalu, Mendikbudristek Nadiem Makarim meminta perguruan tinggi yang masuk wilayah PPKM Level 1 hingga 3 segera menggelar pembelajaran tatap muka terbatas.

Sementara kampus yang masuk wilayah PPKM Level 4 masih harus menggelar pembelajaran jarak jauh.

"Kami mendorong kampus-kampus yang berada di wilayah PPKM level satu sampai tiga untuk segera pertemuan tatap muka terbatas kepada mahasiswa," kata Nadiem dalam keterangan tertulisnya.

Berita terkait:

Editor: Kurniati Syahdan

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Siapkan Pembelajaran Tatap Muka Digelar?

Kabar Baru Jam 8

Wisata Sehat di Tengah Pandemi

Desa Wisata Tak Kehilangan Pesona